Beberapa hari yang lalu (07-09-19), UT (Universitas Terbuka) Serang dan ICMI Banten melakukan kegiatan sosial membagikan air bersih kepada masyarakat pesisir utara Kabupaten Serang yang mengalami dampak kekeringan akibat musim kemarau panjang. Diharapkan melalui kegiatan ini, masyarakat bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan air yang diberikan tersebut, mengingat sumber air bersih di wilayah tersebut terbatas.

Bencana tahunan
Yang paling dramatis dari musim kemarau tahun ini adalah banyaknya orang mengantri ketika UT Serang dan ICMI Banten membagi-bagikan air bersih. Kekeringan dapat menjadi bencana alam apabila mulai menyebabkan suatu wilayah kehilangan sumber pendapatan akibat gangguan pada pertanian dan ekosistem yang ditimbulkannya. Dampak ekonomi dan ekologi kekeringan merupakan suatu proses sehingga batasan kekeringan dalam setiap bidang dapat berbeda-beda. Menurut data dari Dinas Pertanian Provinsi Banten, areal sawah tadah hujan yang terdampak kekeringan di Provinsi Banten meluas dari 9.843 hektare (ha) menjadi 10.662 ha per 10 Juli 2019. Perinciannya, seluas 6.563 ha berstatus ringan, 3.788 ha berstatus sedang dan seluas 311 ha berstatus berat. Sementara yang puso tidak ada. Sebagai gambaran, luas baku sawah di Banten sebesar 198.284 ha yang terdiri sawah bersatus irigasi 104.437 ha dan sawah tadah hujan seluas 93.847 ha. Lalu terjadilah ”bencana” penduduk yang terdampak kekeringan. Puncaknya, masyarakat pun membeli air bersih seharga Rp.1000 hingga Rp.2000 per jeriken, mengganggu pendapatan dengan gagalnya pertanian dan banyak lagi. Kata bencana digunakan guna menggambarkan bertanya penderitaan dan kesusahan yangg diarasakan masyarakat dengan musim kemarau yang panjang sekarang ini. Dampak dari kekeringan yang lainnya adalah lingkungan menjadi kotor. Air mempunyai fungsi atau manfaat yang sangat banyak, salah satunya membuat lingkungan menjadi kotor. Salah satu sifat air adalah mengalir yang dapat meghanyutkan berbagai kotoran. Apabila air saja tidak ada, maka bagiamana untuk menghilangkan kotoran yang ada di lingkungan? Sebagai contoh jika ada kotoran hewan di lantai. Jika ada air, maka kita bisa menyiramnya dengan air, kemudian mengepel lantai hingga lantai menjadi bersih. Nah, apabila air saja tidak ada maka bagaimana kita akan membersihkan kotoran tersebut? Ini barulah contoh satu, masih banyak contoh lainnya tentang membersihkan lingkungan dengan air.

Timbul banyak bibit penyakit
Kekeringan juga dapat menimbulkan berbagai macam bibit penyakit. Penyakit- penyakit ini timbul karena sangat sedikitnya air. Ketika kekeringan, air sangat terbatas dan kemungkinan air untuk mandi sangat sedikit. Paling tidak manusia hanya bisa mandi satu kali sehari. Ketika manusia saja jarang mandi, maka akan timbul banyak sekali jenis penyakit. Penyakit yang paling banyak terjadi atau timbul adalah penyakit kulit. Banyak penyakit kulit yang akan timbul karena kekeringan, seperti gatal- gatal, jamur, dan lain sebagainya. Biasanya penyakit kulit ini juga akan terlihat menjijikkan karena berbau dan menular. Kemudian, saat kekeringan, beberapa binatang yang aneh dan jarang kita lihat akan muncul dihadapan kita. binatang- binatang yang biasanya muncul ketika kekeringan adalah serangga, baik serangga terbang maupun melata. Di Afrika, benua yang tandus dan paling sering terjadi kekeringan terdapat binatang-binatang serangga yang mungkin tidak banyak ditemukan di Indonesia. Selain binatang- binatang serangga terbang, masih banyak lagi binatang yang akan muncul akibat kekeringan. Itulah beberapa dampak dari kekeringan yang mungkin akan kita rasakan dalam kehidupan sehari- hari. dampak dari kekeringan tersebut sangat mengerikan dan juga berbahaya. maka dari itulah sebisa mungkin kita harus mencegah terjadinya kekeringan.

Yang Bisa Dilakukan
Kekeringan merupakan salah satu bencana alam yang keberadaannya sama sekali tidak diinginkan. Sepeti halnya jenis bancana alam lainnya yang dapat diupayakan penanggulangannya, demikian halnya dengan kekeringan. Oleh karena hanya dua musim yang dimiliki Indonesia, maka ada masanya Indonesia mempunyai air yang berlebih, yakni ketika musim hujan. Dan juga ada masanya Indonesia mempunyai persediaan air yang hanya sedikit, yakni ketika musim kemarau tiba. Maka peristiwa rutin yang kita alami ketika musim hujan adalah banjir dimana- mana, sementara ketika musim kemarau tiba kita akan menghadapi masa kekeringan. Syukurlah, ternyata UT Serang bisa diberikan kesempatan dan jalan untuk berpartisipasi bersama ICMI Banten dalam upaya membantu mengurangi kesusahan masyarakat yang kekurangan air bersih. Bahkan, diharapkan dengan kegiatan ini bisa menjaqdi usaha sosialisasi pemberian solusi yang dapat kita lakukan dengan dimulai dari diri sendiri: menghemat penggunaan air. Air yang merupakan sumber daya alam harus kita hemat dan penggunaannya hanya sewajarnya saja, jangan berlebihan. Itulah beberapa upaya yang setidaknya susah bisa dilakukan ntuk menanggulangi adanya kekeringan yang bisa mengancam kehidupan manusia dan bisa datang sewaktu- waktu. Dan aksi bagi-bagi air bersih itu lalu menjadi peristiwa yang memberikan kesan menyentuh saat melihat ekspresi masyarakat ketika menerima pembagian air bersih. Ini menjadi motivasi untuk terus melakukan aksi kepedulian di akar rumput pada mereka yang membutuhkan. Mungkin yang diberikan pada saat itu masih belum ada apa-apanya, dan itu menjadi semangat untuk semakin meningkatkan pelayanan sosial.