Serang, Banten. Semangat berbagi dan kepedulian sosial mewarnai akhir pekan mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Serang, Sabtu (15/8/2026). Organisasi Kemahasiswaan “IKM” Kabinet Nawasena Periode 2026/2028 sukses menggelar aksi donor darah bertajuk “Share Blood Spread Love: Satu Kantong Berjuta Harapan” di lingkungan kampus setempat. Kegiatan ini digagas sebagai wujud nyata kepedulian sosial dan aksi kemanusiaan mahasiswa dalam membantu sesama melalui setetes darah yang mereka donorkan.

Jauh sebelum acara dimulai, para panitia sudah lebih dulu sibuk mempersiapkan segala sesuatunya. Briefing digelar untuk menyamakan langkah, daftar hadir panitia diisi, dan setiap divisi bergerak menyiapkan lokasi serta memastikan seluruh fasilitas donor darah siap digunakan. Begitu pintu registrasi dibuka, satu per satu peserta mulai berdatangan dan mendaftarkan diri di meja pendaftaran sebagai langkah awal sebelum mengikuti rangkaian kegiatan.

Suasana semakin hangat saat acara resmi dibuka dengan sambutan dari wakil ketua umum Ormawa “IKM” UT Serang. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar kegiatan donor darah ini dapat menjadi bukti nyata kepedulian mahasiswa dan masyarakat terhadap sesama, sekaligus memberikan manfaat besar bagi mereka yang membutuhkan darah.

Sebelum benar-benar mengangkat lengan untuk mendonorkan darah, setiap peserta lebih dulu menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan guna memastikan kondisi tubuh mereka layak menjadi pendonor. Tekanan darah dicek, berat badan ditimbang, golongan darah diperiksa, hingga sejumlah pemeriksaan kesehatan lain dilakukan secara teliti. Tahap ini menjadi filter penting agar proses donor darah berjalan aman, baik bagi pendonor maupun penerima darah nantinya.

Bagi peserta yang dinyatakan lolos pemeriksaan, langkah selanjutnya adalah menjalani proses donor darah yang ditangani langsung oleh tenaga kesehatan profesional dengan tetap mengedepankan prosedur dan standar kesehatan yang berlaku. Meski harus rela disuntik dan menyisihkan waktu, antusiasme peserta tidak surut sedikit pun. Mereka tampak bersemangat berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan yang digagas Ormawa “IKM” UT Serang tersebut.

Usai mendonorkan darahnya, para pendonor tidak pulang dengan tangan kosong. Mereka mendapatkan reward sebagai bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih atas kesediaan dan kepedulian yang telah ditunjukkan. Pemberian reward ini menjadi penanda penghargaan panitia kepada setiap peserta yang telah rela mendonorkan darahnya demi membantu sesama.

Rangkaian kegiatan pun ditutup dengan momen kebersamaan lewat sesi foto bersama antara panitia dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan donor darah. Acara “Share Blood Spread Love: Satu Kantong Berjuta Harapan” berlangsung tertib dan lancar dari awal hingga akhir tanpa kendala berarti.

Melalui kegiatan ini, Organisasi Kemahasiswaan “IKM” Kabinet Nawasena Periode 2026/2028 Universitas Terbuka Serang berharap aksi donor darah yang digelar tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga mampu menumbuhkan rasa kepedulian, solidaritas, dan semangat berbagi di kalangan mahasiswa. Kegiatan ini pun diharapkan menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan aksi kemanusiaan yang berdampak positif bagi sesama, dan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di masa mendatang.

writer/uploader: yas

Serang, Banten — 17 Agustus 2026. Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) “IKM” Universitas Terbuka (UT) Serang Periode 2024–2026 menyelenggarakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Senin, 17 Agustus 2026, bertempat di kampus UT Serang, Jalan Raya Jakarta Km. 7, Pakupatan, Serang, Banten. Kegiatan ini mengusung tema “Melangkah Bersama dalam Semangat Kemerdekaan: Berkarya, Berkolaborasi, dan Menginspirasi untuk Indonesia Maju.”

Acara diikuti oleh seluruh keluarga besar Universitas Terbuka Serang, termasuk Penanggung Jawab Ormawa “IKM” UT Serang beserta mahasiswa/i, dengan tujuan mempererat tali silaturahmi, kekeluargaan, dan kebersamaan antarmahasiswa, sekaligus memperkuat semangat nasionalisme, persatuan, dan gotong royong di lingkungan kampus.

Rangkaian Kegiatan

Peringatan diawali dengan upacara bendera yang berlangsung khidmat sebagai penghormatan atas jasa para pahlawan, dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada dosen yang mengabdi, serta sesi senam sehat bersama untuk menjaga kebugaran dan mempererat silaturahmi antarpeserta.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan berbagai perlombaan yang menonjolkan nilai kebersamaan dan kekompakan tim. Lomba Spider Ball menghadirkan konsep kerja sama yang unik, menuntut peserta tidak hanya mengandalkan kecepatan tetapi juga kekompakan, keseimbangan, dan koordinasi antaranggota tim. Selanjutnya, lomba Makan Kerupuk Mancing tampil sebagai modifikasi dari perlombaan tradisional yang selalu hadir dalam perayaan HUT RI, di mana para peserta harus saling membantu pasangannya untuk menghabiskan kerupuk sekaligus menjaga gerakan agar tetap selaras, sehingga melatih kekompakan, kesabaran, dan koordinasi.

Keseruan berlanjut melalui lomba Kipas Ikan Kertas, permainan sederhana namun menghibur, di mana peserta harus mengarahkan ikan kertas yang terus bergerak mengikuti kipasan hingga masuk ke dalam nampan. Tak kalah menarik, lomba Ambil Karet Pakai Sedotan menguji ketangkasan dan kekompakan peserta dalam menyelesaikan tantangan secara estafet, sekaligus mengajarkan pentingnya kehati-hatian dan strategi untuk mencapai garis finish dengan baik. Sementara itu, lomba Mengeluarkan Bola dalam Dus menjadi salah satu perlombaan yang paling menghibur penonton, karena menguji kelincahan dan kreativitas peserta dalam mengeluarkan bola dari dalam dus tanpa menggunakan tangan.

Sebagai penutup rangkaian perlombaan fisik, digelar pula lomba Ranking 1 Kemerdekaan yang menguji wawasan peserta seputar Sejarah Indonesia dan Universitas Terbuka, sekaligus melatih konsentrasi, ketelitian, dan kemampuan berpikir cepat dalam menjawab pertanyaan.

Penghargaan bagi Pemenang

Sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan semangat para peserta, hadiah bagi para pemenang diserahkan langsung oleh jajaran pengurus Ormawa “IKM” UT Serang. Hadiah lomba Ambil Karet Pakai Sedotan diserahkan oleh Ketua Umum, Nurul Zaky Pratama, sementara hadiah lomba Ranking 1 Kemerdekaan diserahkan oleh Wakil Ketua Umum, Eka Saputra. Hadiah lomba Spider Ball diserahkan oleh Ketua Pelaksana, Tria Ayung Tresnawati, disusul hadiah lomba Makan Kerupuk Mancing yang diserahkan oleh Penanggung Jawab Acara, Amalia Andaeni. Hadiah lomba Kipas Ikan Kertas diserahkan oleh Penanggung Jawab Acara, Siti Zahra Fatmawati, dan sebagai penutup, hadiah lomba Mengeluarkan Bola dalam Dus diserahkan oleh Demisioner, Ananta Nurul Alim.

Makna Kegiatan

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini menjadi pengingat bahwa semangat menuju Indonesia maju dapat dimulai dari hal-hal sederhana di lingkungan sekitar. Melalui karya, kolaborasi, dan inspirasi positif, Ormawa “IKM” UT Serang berharap dapat terus mendorong mahasiswa untuk berperan aktif dalam membangun persatuan dan kemajuan bangsa, sejalan dengan cita-cita Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan sesi evaluasi internal oleh panitia sebagai bagian dari proses perbaikan berkelanjutan untuk kegiatan-kegiatan mendatang.

Tentang Ormawa “IKM” Universitas Terbuka Serang

Ormawa “IKM” (Ikatan Keluarga Mahasiswa) Universitas Terbuka Serang adalah organisasi kemahasiswaan resmi di lingkungan UT Serang yang berperan sebagai wadah aspirasi, kreativitas, dan pengembangan diri mahasiswa, sekaligus penggerak berbagai kegiatan kebangsaan, sosial, dan akademik di kampus.

Kontak Media

Departemen Media, Komunikasi, dan Informasi Kabinet Nawasena — Ormawa “IKM” Universitas Terbuka Serang Periode 2026–2028 Jl. Raya Jakarta Km. 7, Pakupatan, Serang, Banten 42122

Siaran pers ini disusun berdasarkan dokumentasi resmi kegiatan oleh Departemen Media, Komunikasi, dan Informasi, Kabinet Nawasena.

​SERANG – Universitas Terbuka (UT) Serang secara resmi menggelar agenda sosialisasi dan promosi program studi berskala besar yang diintegrasikan langsung ke dalam rangkaian Pekan Olahraga dan Seni serta Madrasah Expo Kementerian Agama Kabupaten Serang Tahun 2026. Ajang kemitraan akademik strategis yang dibuka resmi pada Sabtu ini dipusatkan di Pondok Pesantren Darunnajah 14 Pabuaran, Kabupaten Serang. Perhelatan akbar terpadu ini sepenuhnya difasilitasi dan didukung penuh oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Serang, M. Harusman Rinaldi, S.Pd., MM.
​Keterlibatan aktif Seksi Pendidikan Madrasah di bawah komando M. Harusman Rinaldi menjadi jembatan utama yang mempertemukan civitas akademika UT Serang dengan ekosistem madrasah secara terstruktur. Agenda promosi program studi ini membidik langsung kurang lebih 2.500 peserta aktif yang memadati lokasi, meliputi jajaran kepala madrasah yang tergabung dalam Kelompok Kerja Madrasah, ratusan guru pembina, Aparatur Sipil Negara Kementerian Agama, serta ribuan siswa tingkatan Madrasah Aliyah se-Kabupaten Serang yang bersiap melanjutkan studi ke jenjang pendidikan tinggi.
​Kasi Penma Kemenag Kabupaten Serang, M. Harusman Rinaldi menyatakan bahwa fasilitasi kemitraan ini merupakan langkah konkret untuk mendukung pemetaan serta akselerasi mutu pendidikan di daerah. Pihaknya sengaja menggandeng UT Serang dalam gelaran PORSENI dan Madrasah Expo ini agar penyebaran informasi mengenai opsi perkuliahan yang fleksibel dapat tersampaikan secara merata dan efektif kepada seluruh tenaga pendidik dan kependidikan di wilayah kerja Kementerian Agama Kabupaten Serang.
​

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Serang, H. Uesul Qurni dalam sambutannya saat membuka kegiatan memberikan arahan penting kepada seluruh peserta untuk senantiasa kompak dan memberikan contoh yang baik. H. Uesul Qurni menegaskan bahwa seluruh kontingen harus kompak demi membawa madrasah maju berprestasi dan mendunia sesuai moto madrasah. Beliau meminta para atlet dan seniman menjunjung tinggi sportivitas karena hasil dari kegiatan ini akan digunakan untuk mengutus perwakilan resmi yang mewakili Provinsi Banten. Di samping itu, beliau memberikan dukungan penuh terhadap kehadiran UT Serang dengan mengajak guru dan siswa memanfaatkan info prodi yang dipromosikan sebagai jalan strategis meraih pendidikan tinggi.
​

Dukungan serupa juga mengalir dari Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Banten, Khairul Umam yang menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pondok Pesantren Darunnajah 14 Pabuaran karena tempatnya yang sangat luas dan representatif. Khairul Umam mengaku merinding saat pertama kali hadir melihat deretan bus terparkir yang menandakan ribuan massa berkumpul demi mencari bibit unggul di tingkat Kabupaten Serang. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa PORSENI merupakan instrumen penting untuk mencari minat dan bakat anak dengan harapan melahirkan madrasah yang unggul, mendunia, tangguh, serta memiliki kreativitas tinggi.

​Lebih lanjut, Khairul Umam memaparkan bahwa para juara nantinya akan mengikuti kegiatan selanjutnya di tingkat provinsi pada ajang Madrasah Light Competeion (MLC) yang dijadwalkan pada tanggal dua puluh tujuh hingga tiga puluh satu Juli mendatang. Ajang provinsi tersebut dimaknai sebagai cahaya ilmu pengetahuan, kreativitas, dan unggul berprestasi dengan mengusung tema Gaskeun, yang merupakan akronim dari generasi aktif, sportif, kreatif, efektif untuk negeri. Melalui momentum pengenalan studi dari UT Serang ini, Khairul Umam menyelaraskannya dengan tiga pesan penting kepada peserta, yaitu agar memamerkan prestasi terbaik, menjunjung tinggi sportivitas, serta menciptakan sejarah atau legasi bagi diri sendiri, sekaligus menjadikan event ini sebagai wadah mempererat tali silaturahmi.​

Melalui stan representatif di area expo yang difasilitasi kepanitiaan, UT Serang menyajikan ragam program studi unggulan lintas jenjang mulai dari Diploma, Sarjana, Magister, hingga Doktoral. Sosialisasi difokuskan pada program di lingkup Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Sains dan Teknologi, serta Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Darunnajah 14 Pabuaran, Ustadz Miftahudin menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada takmir yang telah memercayai pesantrennya sebagai tempat kegiatan terpadu, sekaligus memohon maaf yang sebesar-besarnya jika terdapat kekurangan dalam penyediaan fasilitas penunjang.


​Ketua Pelaksana Kegiatan, Hidayat Muslih didampingi Sekretaris M. Syaefi menegaskan seluruh proses sosialisasi program studi yang dijembatani oleh Seksi Penma ini akan berlangsung intensif selama tiga hari operasional yang dimulai dari hari Sabtu. Seluruh rangkaian PORSENI, Expo, dan Promosi Akademik ini dijadwalkan akan ditutup secara resmi pada hari Senin sore dengan agenda penutup berupa kegiatan senam bersama seluruh elemen peserta, pengumuman juara umum dan pemenang lomba, pembagian hadiah kejuaraan, permainan menyenangkan, serta pengundian hadiah hiburan penutup. Writer/Uploader:yas

PANDEGLANG, 15 Juli 2026 — Sebanyak 43 guru SMK Negeri 9 Pandeglang mengikuti kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pelestarian Kultur melalui Pelatihan Guru dalam Mengembangkan Bahan Ajar Berbasis EthnoSTEAM Berbantuan Aplikasi ‘Smart EthnoSphere’” yang digelar Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini digagas untuk membekali para pendidik dengan kemampuan merancang bahan ajar yang memadukan sains modern dengan kearifan budaya lokal Banten, sekaligus menjawab tantangan pendidikan di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala SMK Negeri 9 Pandeglang, Bapak Alan Agus Mulya, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan semangat para guru yang hadir.

“Kami sangat mengapresiasi dedikasi dan semangat guru-guru yang hadir pada hari ini. Inisiatif pelatihan ini sangat krusial bagi SMK Negeri 9 Pandeglang untuk terus mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara kompetensi teknis dan siap kerja, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan kecintaan yang mendalam terhadap kekayaan budaya lokal kita. Guru adalah ujung tombak dari visi tersebut,” ujar Bapak Alan Agus Mulya, M.Pd.

Lebih jauh, beliau berharap ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini tidak berhenti sebagai wacana, melainkan benar-benar diterapkan di ruang kelas. “Kami berharap bahan ajar yang dihasilkan dari pelatihan ini dapat diimplementasikan langsung di dalam kelas. Dalam jangka panjang, kami berharap upaya ini dapat meningkatkan awareness atau kesadaran siswa terhadap budaya yang ada di sekitar mereka,” tuturnya.

Urgensi kegiatan ini turut disampaikan oleh Ketua Pelaksana, Mohamad Arif Rahmansyah, M.Pd. dalam sambutannya, yang menyoroti fenomena pergeseran budaya di kalangan pelajar sebagai latar belakang utama pelatihan.

“Dunia pendidikan saat ini tengah dihadapkan pada sebuah tantangan besar: bagaimana mempersiapkan generasi muda yang cakap menghadapi kemajuan sains dan teknologi abad ke-21, tanpa harus kehilangan akar budaya dan jati diri bangsanya. Arus globalisasi dan digitalisasi yang begitu deras kerap kali membuat kekayaan budaya lokal perlahan tergerus dan mulai dilupakan, terutama oleh generasi muda,” ujar Ketua Pelaksana kegiatan.

Ia menegaskan bahwa di titik inilah peran guru menjadi sangat strategis. “Di sinilah letak peran strategis seorang guru, yaitu menjadi jembatan yang menghubungkan ilmu pengetahuan modern dengan kearifan lokal, agar keduanya dapat tumbuh berdampingan dan saling memperkaya,” tegasnya.

Kegiatan yang dipandu oleh narasumber utama Mohamad Arif Rahmansyah, M.Pd. beserta tim fasilitator ini mengusung pendekatan EthnoSTEAM yaitu pendekatan pembelajaran yang memadukan unsur budaya (etno) dengan Sains, Teknologi, Teknik (Engineering), Seni, dan Matematika ke dalam satu kesatuan bahan ajar yang inovatif namun tetap berakar pada kearifan lokal.

Sebagai alat bantu praktis, para peserta diperkenalkan dan dilatih menggunakan aplikasi “Smart EthnoSphere”. Aplikasi ini memuat daftar adat dan tradisi khas daerah Banten, lengkap dengan contoh konkret penerapannya dalam berbagai kegiatan pembelajaran di kelas, sehingga memudahkan guru mengaitkan materi pelajaran vokasi dengan kekayaan budaya lokal secara terstruktur, interaktif, dan menarik.

Pelatihan berlangsung selama satu hari penuh dengan rangkaian sesi yang terstruktur. Setelah acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan Sesi 1: Penanaman Persepsi untuk menyamakan visi, misi, dan paradigma guru mengenai pentingnya integrasi budaya lokal dalam bahan ajar, kemudian Sesi 2: Strategi Pengembangan Bahan Ajar Terintegrasi Budaya, yang membedah secara teknis bagaimana mengaitkan kearifan lokal Banten ke berbagai mata pelajaran vokasi.

Memasuki sesi siang, guru dibagi sesuai rumpun mata pelajaran masing-masing dalam Sesi 3: Workshop & Praktik Mandiri untuk langsung menyusun draf bahan ajar EthnoSTEAM. Kolaborasi dan antusiasme yang intens terlihat pada sesi ini, membuktikan bahwa konsep EthnoSTEAM sangat aplikatif untuk diterapkan di ruang kelas.

Rangkaian pelatihan kemudian ditutup dengan Sesi 4: Peer Review dan Presentasi Produk, di mana perwakilan guru mempresentasikan draf bahan ajar yang telah disusun. Sesi ini tidak hanya berfokus pada evaluasi dari narasumber, tetapi juga mengedepankan tinjauan sejawat (peer review) antarguru, sehingga tercipta ekosistem belajar yang dinamis di antara sesama tenaga pendidik.

Sebagai penutup, kegiatan ini menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) beserta penentuan tenggat waktu pengumpulan bahan ajar utuh dari masing-masing peserta, guna memastikan hasil pelatihan benar-benar terimplementasi di sekolah.

“Besar harapan kami, kegiatan pelatihan ini tidak berhenti sekadar menjadi ruang pemaparan teori semata, melainkan dapat menjelma menjadi wadah kolaborasi yang aktif, interaktif, dan berkelanjutan. Lebih jauh lagi, kami berharap kegiatan ini kelak dapat menjadi salah satu rujukan pembelajaran berbasis kearifan lokal, tidak hanya bagi SMK Negeri 9 Pandeglang, tetapi juga bagi sekolah-sekolah lain di sekitarnya,” ujar Ketua Pelaksana.

Melalui sinergi antara sains modern, teknologi, dan kearifan lokal, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam melestarikan budaya bangsa melalui pendidikan yang bermutu dan berkarakter.

Bogor, 7 Juli 2026 — Sebanyak 83 mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 dari Universitas Terbuka (UT) Bogor dan UT Serang mengikuti Pelatihan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara yang digelar Selasa, 7 Juli 2026, di Gedung UT Bogor, Jalan Soleh Iskandar No. 234, Bogor, sejak pukul 07.30 hingga 17.00 WIB.

Kegiatan yang wajib diikuti ini bertujuan menanamkan nilai-nilai cinta tanah air, memperkuat karakter kebangsaan, serta membangun semangat disiplin, integritas, dan kepemimpinan bagi calon guru Indonesia, sekaligus meningkatkan kompetensi kepribadian dan sosial mahasiswa Program Profesi Guru FKIP UT.

Kegiatan terselenggara atas kerja sama FKIP UT, UT Serang dan UT Bogor dengan jajaran TNI, dengan dihadiri oleh Direktur UT Bogor, Drs. Enang Rusyana, M.Pd.; Direktur UT Serang, Dr. Ajat Sudrajat, M.Pd.; serta Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0606/Kota Bogor, Letnan Kolonel Infanteri Dr. Hengger Tri Wahono, S.H., M.H. Kehadiran para pimpinan perguruan tinggi dan jajaran TNI ini menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan institusi pertahanan dalam memperkuat karakter kebangsaan bagi calon pendidik. Rangkaian kegiatan dibuka dengan upacara resmi yang diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, sesi foto bersama, dan latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB), sebelum peserta mengikuti sesi-sesi materi inti sepanjang hari.

Sesi pertama, “Siber Security dan Narkoba”, dibawakan oleh Kolonel Inf. Sony Madya Yudhantara, S.Kom. Peserta diperkenalkan pada konsep dasar keamanan siber beserta tiga pilar utamanya, yaitu kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data (CIA Triad), serta berbagai ancaman digital yang kian marak, mulai dari malware, phishing, hingga serangan DDoS. Mahasiswa juga dibekali langkah praktis menjaga keamanan data pribadi, seperti penggunaan kata sandi yang kuat dan autentikasi dua faktor, yang dirangkaikan dengan penguatan wawasan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.

“Keamanan siber di era digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendasar bagi setiap individu, sehingga kewaspadaan terhadap ancaman siber perlu menjadi kebiasaan yang terus dijaga, termasuk oleh calon guru yang kelak membimbing peserta didik menghadapi dunia digital.” Ujarnya

Sesi kedua, “Pengantar Bela Negara dan Kebhinekaan Global”, dibawakan oleh Dandim 0606/Kota Bogor, Kolonel Kav. Gan Gan Rusgandara, S.Hub.Int. Materi ini menekankan pentingnya menghargai keberagaman budaya di tingkat nasional maupun global tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia, melalui empat pilar utama: mengenal dan menghargai budaya, komunikasi interkultural, refleksi dan tanggung jawab, serta keberpihakan pada keadilan sosial. Narasumber turut mengangkat tantangan nyata seperti intoleransi dan gegar budaya di era digital, sekaligus mendorong mahasiswa PPG untuk menjadi agen penguat toleransi dan literasi digital di lingkungan pendidikan, sejalan dengan semangat Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka.

“Sikap terbuka terhadap keberagaman dunia perlu tetap diimbangi dengan kesadaran menjaga identitas lokal, agar mahasiswa PPG mampu menumbuhkan toleransi di ruang kelas tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.” Tekannya

Setelah waktu istirahat, sholat, dan makan siang, kegiatan dilanjutkan dengan sesi “Nilai Dasar Bela Negara” yang kembali dibawakan oleh Kolonel Inf. Sony Madya Yudhantara, S.Kom. Merujuk Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara, bela negara dimaknai sebagai tekad, sikap, dan tindakan warga negara, baik secara perorangan maupun kolektif, dalam menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Mahasiswa PPG diajak mendalami lima nilai dasarnya, yakni cinta tanah air; sadar berbangsa dan bernegara; setia pada Pancasila sebagai ideologi negara; rela berkorban untuk bangsa dan negara; serta kemampuan awal bela negara yang mencakup kesiapan fisik dan mental. Sesi ini diwarnai momen kebangsaan lewat lantunan lagu “Bagimu Negeri” dan “Ibu Pertiwi” yang dinyanyikan bersama seluruh peserta.

Pelatihan ini dilanjutkan dengan sebuah upacara penutupan khidmat. Dalam momen pemungkas tersebut, para pimpinan memberikan pesan, kesan, dan amanat penutup sebagai bekal bagi mahasiswa sebelum kembali ke daerah masing-masing.

Direktur UT Bogor, Drs. Enang Rusyana, M.Pd., menyampaikan pesan mendalam mengenai urgensi pembentukan karakter bagi calon pendidik. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan Bela Negara merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter mahasiswa PPG. Menurutnya, seorang guru tidak hanya dituntut memiliki kompetensi pedagogik dan profesional, tetapi juga harus memiliki jiwa nasionalisme, integritas, serta menjadi teladan dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada peserta didik.

Senada dengan hal tersebut, Direktur UT Serang, Dr. Ajat Sudrajat, M.Pd., memberikan amanat terkait peran strategis yang diemban oleh para mahasiswa selaku calon guru. Beliau menegaskan bahwa mahasiswa PPG sebagai calon pendidik memiliki peran strategis dalam membentuk generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, penguatan karakter melalui kegiatan Bela Negara menjadi bekal penting agar para calon guru mampu menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.

Sementara itu, Kasdim 0606/Kota Bogor, Letnan Kolonel Infanteri Dr. Hengger Tri Wahono, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi tertingginya atas kesuksesan penyelenggaraan kegiatan ini,

“Kami sangat mengapresiasi terselenggaranya pelatihan ini. Kami berharap nilai-nilai Bela Negara yang diperoleh mahasiswa selama kegiatan dapat benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari maupun saat menjalankan profesi sebagai pendidik. Guru memiliki peran vital sebagai agen perubahan yang mampu membentuk karakter generasi muda agar memiliki semangat persatuan, toleransi, dan rasa cinta tanah air yang kuat.” – Ujarnya

Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta pelatihan bela negara oleh Drs. Enang, Dr. Ajat dan Letnan Kolonel Infanteri Dr. Hengger Tri Wahono bersama jajaran Kodim 0606/Kota Bogor.

Kegiatan ini berhasil meningkatkan kompetensi kepribadian dan sosial serta memperkuat karakter mahasiswa Program Profesi Guru. Melalui pelatihan ini, Universitas Terbuka berharap mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 tidak hanya unggul secara akademik dan pedagogis, tetapi juga memiliki kepribadian yang tangguh, wawasan kebangsaan yang mendalam, serta kesiapan menjadi teladan bela negara di ruang kelas maupun di tengah masyarakat. Writer/Uploader  : arf/yas

Serang – Tim dosen Universitas Terbuka (UT) Serang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa Workshop Pendampingan Penyusunan Modul Ajar Berbasis Pangan Lokal Banten Integrasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan PkM dilaksanakan di Aula TK Global Indonesia School dan diikuti oleh 30 orang Kepala Sekolah ataupun guru TK dan PAUD di Kecamatan Kramatwatu Kabupaten Serang.

Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Yus Alvar Sabighoot, M.Pd. selaku Ketua PkM Tim Dosen UT Serang dan dihadiri oleh Hj. Eha Julaeha, M.Pd dan Rina Sarumpait, M.Pd selaku Penilik Kecamatan Kramatwatu pada Dinas Pendidikan Kabupaten Serang serta Pengawas TK/SD Kecamatan Kramatwau pada Dinas Pendidikan Kabupaten Serang, Tuti Suhartini, S.Pd.

Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pendidik dalam mengembangkan bahan ajar yang kontekstual dan inovatif untuk mendukung implementasi Program MBG menghadirkan lima narsumber yaitu Dr. Muthoharoh, M.Pd selaku Ketua Yayasan Shafa Marwah, tiga dosen Universitas Terbuka Serang yaitu Yus Alvar Sabighoot, M.Pd, Mohamad Arif Rahmansyah, S.Pd., M.Pd., Lingga Yonita, M.I.Kom., dan Ati Rastiani, S.Gz, Ahli Gizi dari Dapur MBG Kecamatan Kramatwatu Kabupaten Serang.

Pada kegiatan workshop ini para peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya integrasi pendidikan gizi, ketahanan pangan, dan kearifan lokal dalam proses pembelajaran. Selain itu, peserta juga mendapatkan pendampingan teknis dalam menyusun modul ajar yang memanfaatkan ragam pangan lokal Banten sebagai sumber belajar.

Dalam sambutannya, Ketua PkM Tim Dosen UT Serang, menyampaikan bahwa pemanfaatan pangan lokal dalam pembelajaran tidak hanya memperkaya bahan ajar, namun juga menjadi sarana untuk menanamkan kesadaran kepada peserta didik mengenai pentingnya konsumsi pangan bergizi, beragam, dan berbasis potensi daerah.

“Melalui workshop ini, kami berharap para guru mampu menghasilkan modul ajar yang tidak hanya memenuhi kebutuhan kurikulum, namun juga mendukung penguatan karakter, literasi gizi, serta pengenalan kekayaan pangan lokal Banten kepada peserta didik. Integrasi dengan Program MBG menjadi langkah strategis dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta dibimbing dalam mengidentifikasi potensi pangan lokal yang dapat diintegrasikan ke dalam modul belajar, menyusun capaian pembelajaran, serta merancang aktivitas pembelajaran. Pendampingan dilakukan secara interaktif melalui diskusi kelompok, praktik penyusunan modul, dan sesi konsultasi bersama tim dosen.

Dalam sesi praktik, para peserta workshop juga diperkenalkan pada penggunaan AI untuk membantu menyusun tujuan pembelajaran, merancang aktivitas bermain sambil belajar, membuat cerita edukatif, lembar kegiatan anak, hingga penggunaan media pembelajaran. Peserta juga dilatih menyusun prompt yang efektif agar AI dapat menghasilkan ide-ide pembelajaran yang kreatif, menarik, dan sesuai dengan capaian pembelajaran yang diharapkan.

Program ini merupakan bentuk komitmen Universitas Terbuka Serang dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya lokal sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat pendidikan gizi dan keberhasilan implementasi Program MBG di lingkungan sekolah.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah diharapkan lahir berbagai inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal di Provinsi Banten. Writer/Uploader  : ling/yas

Tangerang Selatan, 2025 – Universitas Terbuka (UT) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Ditjen Bina Penta dan PKK) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan Jabatan bertajuk “Green Jobs, Bright Future: Membangun Karier Berkelanjutan untuk Dunia yang Lebih Baik” di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan. Kegiatan ini diikuti oleh 325 mahasiswa secara luring dan ratusan peserta lainnya secara daring melalui Zoom serta kanal YouTube UT TV.

Penyuluhan ini merupakan bagian dari sinergi strategis antara Universitas Terbuka dan Kementerian Ketenagakerjaan dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dinamis akibat perkembangan teknologi, transformasi industri, dan tuntutan pembangunan berkelanjutan. Bagi Kemnaker RI, kegiatan di Universitas Terbuka menjadi kunjungan ke-10 dalam rangkaian program penyuluhan dan bimbingan jabatan yang dilaksanakan di berbagai perguruan tinggi sepanjang tahun 2025.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Terbuka, Prof. Dewi Artati Patmo Putri, M.A., Ph.D., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan yang relevan bagi mahasiswa UT dalam merancang masa depan karier di tengah berkembangnya ekonomi hijau. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya membutuhkan kompetensi akademik, tetapi juga pemahaman mengenai arah perkembangan pasar kerja serta kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan.

“Green job bukan sekadar tren, melainkan komitmen jangka panjang untuk menghadirkan karier yang berdaya saing sekaligus berdaya guna bagi bumi. Melalui kolaborasi ini, kami berharap mahasiswa memperoleh wawasan dan keterampilan yang dapat menjadi bekal nyata dalam meniti karier yang berkelanjutan,” ujar Prof. Dewi.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Terbuka, Prof. Rahmat Budiman, M.Hum., Ph.D., yang mewakili Rektor UT, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan dunia kerja masa depan. Ia menjelaskan bahwa konsep green jobs menjadi semakin penting seiring meningkatnya perhatian global terhadap isu keberlanjutan lingkungan dan transisi energi.

“Green Jobs, Bright Future bukan sekadar slogan, melainkan kontrak moral. Karier masa depan harus berdaya saing sekaligus berdaya guna bagi bumi. Universitas Terbuka siap membuka akses, memperbarui kompetensi, dan menjembatani mahasiswa dengan berbagai peluang yang relevan melalui Karir Hub UT dan berbagai program pengembangan karier lainnya,” ungkap Prof. Rahmat.

Prof. Rahmat juga mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan berbagai program yang telah disediakan universitas, termasuk program magang Peluru UT dan layanan Karir Hub UT yang dirancang untuk membantu mahasiswa mengembangkan kompetensi, membangun portofolio, serta memperluas akses terhadap dunia kerja.

Sementara itu, Sekretaris Ditjen Bina Penta dan PKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Eva Trisiana, S.S., M.Bus., yang hadir sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut, menyoroti tantangan ketenagakerjaan nasional yang masih dihadapkan pada persoalan ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia kerja. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik per Februari 2025, angka pengangguran terbuka mencapai 7,2 juta orang, dengan sekitar 11 persen di antaranya merupakan lulusan pendidikan tinggi.

“Percayalah, kalau kita bekerja sesuai dengan passion, minat, dan bakat, insyaallah kita bisa bekerja secara produktif. Kita betah di pekerjaan itu dan karier kita pun akan berkembang dengan lebih baik,” kata Eva.

Menurutnya, generasi muda saat ini menghadapi dua tantangan besar sekaligus peluang yang menjanjikan, yaitu disrupsi teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan transformasi menuju ekonomi hijau. Oleh karena itu, mahasiswa perlu terus meningkatkan kompetensi, mengembangkan soft skills, serta membangun ketangguhan dalam menghadapi perubahan.

Dalam kesempatan tersebut, Eva juga memperkenalkan berbagai layanan ketenagakerjaan yang dapat diakses mahasiswa, termasuk Program Magang Nasional melalui platform MagangHub Kemnaker yang menyediakan kuota hingga 80.000 peserta, serta aplikasi Siap Kerja yang membantu pengguna mengenali minat, bakat, dan potensi karier melalui asesmen mandiri.

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yang memberikan perspektif komprehensif mengenai dunia kerja masa depan. Adityya Dona Wijaya, S., M.Si., dari Ditjen Bina Penta dan PKK Kemnaker RI memaparkan perkembangan green jobs dan kebutuhan kompetensi di berbagai sektor industri. Vina Firmawati Rasulia, S., M.M., Ak., CA., Vice President Manajemen Kinerja Human Capital PT PLN (Persero), berbagi pengalaman mengenai transformasi dunia industri dan kebutuhan talenta masa depan. Sementara itu, Agastia Pritami Sukaton, M.Psi., Psikolog, dari Himpunan Psikolog Indonesia membimbing peserta untuk mengenali minat, bakat, serta potensi diri sebagai dasar perencanaan karier yang tepat.

Dalam sesi pemaparan, Adityya Dona Wijaya, S., M.Si., selaku Subkoordinator Analisis Ditjen Bina Penta dan PKK Kemnaker RI, mengajak peserta memahami dinamika ketenagakerjaan nasional di tengah bonus demografi dan transformasi dunia kerja. Ia menjelaskan berbagai layanan ketenagakerjaan yang disediakan pemerintah melalui platform Siap Kerja, mulai dari asesmen diri, pelatihan, sertifikasi, hingga akses lowongan kerja. Adityya juga memaparkan perkembangan sektor-sektor green jobs yang diproyeksikan akan terus tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja pada bidang energi terbarukan, pengelolaan lingkungan, ekonomi sirkular, dan industri berkelanjutan. Menurutnya, mahasiswa perlu membekali diri dengan keterampilan digital, kemampuan beradaptasi, dan kesadaran terhadap isu keberlanjutan agar mampu bersaing di pasar kerja masa depan.

Selanjutnya, Vina Firmawati Rasulia, S., M.M., Ak., CA., selaku Vice President Manajemen Kinerja Human Capital PT PLN (Persero), memberikan perspektif langsung dari dunia industri mengenai transformasi ketenagakerjaan di era transisi energi. Ia menjelaskan bahwa perusahaan-perusahaan saat ini tidak hanya mencari lulusan yang memiliki kompetensi teknis, tetapi juga individu yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, inovatif, serta mampu belajar secara berkelanjutan. Vina menekankan bahwa transformasi menuju energi bersih telah melahirkan berbagai profesi baru yang membutuhkan talenta-talenta muda dengan kompetensi multidisipliner. Ia juga mendorong mahasiswa untuk aktif membangun portofolio, memperluas pengalaman melalui program magang, serta terus mengembangkan soft skills yang menjadi salah satu faktor utama keberhasilan karier di dunia kerja.

Sementara itu, Agastia Pritami Sukaton, M.Psi., Psikolog, dari Himpunan Psikolog Indonesia, membimbing peserta untuk lebih mengenali diri sendiri sebagai langkah awal dalam perencanaan karier. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya memahami minat, bakat, nilai pribadi, dan potensi diri agar seseorang dapat memilih jalur karier yang sesuai. Agastia menegaskan bahwa keberhasilan karier tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kesesuaian antara karakter individu dengan pekerjaan yang dijalani. Melalui berbagai contoh kasus dan pendekatan psikologis praktis, peserta diajak untuk melakukan refleksi diri serta menyusun langkah-langkah pengembangan karier yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Ketiga narasumber secara komplementer memberikan pemahaman menyeluruh kepada peserta, mulai dari gambaran tren ketenagakerjaan nasional, kebutuhan kompetensi industri masa depan, hingga strategi mengenali dan mengembangkan potensi diri. Kombinasi perspektif pemerintah, industri, dan psikologi tersebut memberikan bekal yang komprehensif bagi mahasiswa dan alumni Universitas Terbuka dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang terus berkembang.

Antusiasme peserta terlihat dari tingginya minat mahasiswa mengikuti sesi konseling karier yang diselenggarakan setelah seminar. Lebih dari 200 mahasiswa mendaftarkan diri untuk mendapatkan layanan konsultasi karier, meskipun sesi tatap muka hanya dapat mengakomodasi 50 peserta terpilih. Untuk menjangkau peserta lainnya, Kemnaker RI menyediakan pendampingan asesmen mandiri melalui aplikasi Siap Kerja yang dapat diakses secara langsung oleh mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, Universitas Terbuka dan Kementerian Ketenagakerjaan RI menegaskan komitmen bersama dalam membangun ekosistem pengembangan karier yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan mampu membantu mahasiswa dan alumni memahami potensi diri, meningkatkan kesiapan kerja, serta mengambil peran aktif dalam mendukung pembangunan ekonomi hijau Indonesia di masa depan. Writer/Uploader  : arf/yas

SERANG, BANTEN – Menjawab tantangan akademik di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), Organisasi Kemahasiswaan “IKM” Universitas Terbuka (UT) Serang Kabinet Nawasena sukses menyelenggarakan kegiatan edukasi berskala besar bertajuk “Workshop Academic Writing Skills: Teknik Penulisan, Sitasi, dan Etika Akademik”. Mengusung tema Peningkatan Keterampilan Menulis Ilmiah Berbasis Digital, kegiatan ini digelar di Kampus UT Serang, Pakupatan, dengan diikuti secara antusias oleh seluruh pengurus Ormawa “IKM” periode 2026–2028 serta mahasiswa UT Serang yang sedang mempersiapkan tugas akhir mereka.

Sebagai perguruan tinggi negeri yang menerapkan sistem belajar jarak jauh, UT Serang berkomitmen penuh untuk mendorong kemandirian mahasiswa, terutama dalam memenuhi kewajiban menyusun Artikel Ilmiah (Aril) sebagai syarat kelulusan. Menyadari banyaknya kendala teknis dan kecemasan mahasiswa akan praktik plagiarisme di tengah maraknya pemanfaatan teknologi, workshop ini hadir sebagai ruang adaptasi yang strategis. Tanpa adanya seremonial panjang, kegiatan edukatif ini langsung dibuka oleh Yus Alvar Saabighoot, M.Pd., selaku narasumber utama sekaligus Pengarah Ormawa, yang langsung mengondisikan jalannya pelatihan agar berlangsung taktis dan substansial.

Puncak acara diisi dengan pemaparan materi komprehensif sekaligus sesi praktik langsung yang dipandu oleh Yus Alvar Saabighoot Dalam sesi tersebut, ia membedah tuntas teknik penulisan ilmiah, manajemen sitasi, hingga integrasi alat-alat digital dan AI dalam dunia riset. Mahasiswa dibimbing secara taktis mengeksplorasi pemanfaatan aplikasi Microsoft Word untuk standardisasi dokumen, pengelolaan referensi otomatis menggunakan Mendeley, hingga strategi alur kerja literatur tingkat lanjut demi menjaga orisinalitas tulisan agar lolos dari deteksi Turnitin.

Di sela-sela simulasi penulisan, Yus Alvar Saabighoot secara khusus memberikan penekanan keras mengenai batasan moral teknologi. Beliau mengingatkan bahwa kehadiran kecerdasan buatan bukanlah instrumen untuk mengambil alih proses berpikir, melainkan alat bantu efisiensi. “Dalam penggunaan AI untuk penulisan artikel ilmiah, mahasiswa harus jauh lebih memperhatikan aturan akademik dan dituntut lebih bijak dalam menggunakannya. Fondasi utama dari sebuah karya ilmiah yang layak disebarluaskan di kancah nasional maupun internasional adalah kejujuran mengutip dan keteguhan menjaga etika akademik,” tegasnya di hadapan para peserta.

Memasuki sesi akhir, suasana workshop dipenuhi oleh testimoni positif dari para peserta yang hadir. Mahasiswa mengaku sangat antusias, merasa terbantu, dan merasa tercerahkan dalam menyusun serta mempersiapkan pembuatan artikel ilmiah mereka yang semula dianggap momok menakutkan. Mengingat pentingnya materi yang disampaikan, para mahasiswa menyampaikan harapan besar kepada pihak panitia agar dapat menyelenggarakan batch atau gelombang lanjutan di masa mendatang. Mereka berharap ada pelatihan berikutnya yang mengupas secara lebih detail dan mendalam mengenai teknik spesifik penggunaan AI guna terus meningkatkan keterampilan menulis ilmiah mereka.

Writer/Uploader  : yas

Serang, 2026 — Universitas Terbuka (UT) Serang menggelar kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) dan Klinik Ujian (KU) secara bertahap di empat wilayah di Provinsi Banten. Kegiatan ini diikuti sebanyak 1.269 mahasiswa baru sebagai bagian dari pembekalan awal sebelum memasuki perkuliahan.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan di beberapa lokasi strategis, yaitu wilayah Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan yang dilaksanakan pada 8 Februari 2026 di Hotel D’Prima. Selanjutnya, untuk wilayah Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang, kegiatan dilaksanakan pada 22 Februari 2026 di Hotel Horison Pandeglang.

Sementara itu, kegiatan di wilayah Kabupaten Tangerang diselenggarakan pada 1 Maret 2026 di Aula Masjid Al Amjad. Adapun untuk wilayah Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Cilegon, kegiatan dilaksanakan pada 8 Maret 2026 di UIN SMH Banten Kampus 2.

Jumlah peserta yang hadir di masing-masing wilayah terdiri atas 410 mahasiswa di Tangerang dan Tangerang Selatan, 263 mahasiswa di Lebak dan Pandeglang, 261 mahasiswa di Kabupaten Tangerang, serta 335 mahasiswa di wilayah Serang, Kota Serang, dan Cilegon.

Kegiatan OSMB merupakan bagian dari Layanan Pendukung Keterampilan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ) yang bertujuan membekali mahasiswa dengan kemampuan belajar mandiri serta pemahaman terhadap sistem pendidikan jarak jauh. Hal ini sejalan dengan kegiatan OSMB sebelumnya yang menekankan pentingnya kemandirian belajar bagi mahasiswa UT.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mendapatkan berbagai materi penting yang dirancang untuk membantu mereka memahami dunia perkuliahan di Universitas Terbuka. Materi diawali dengan pengenalan visi dan misi universitas serta sistem pendidikan tinggi di Indonesia, termasuk peran perguruan tinggi dalam melaksanakan Tri Dharma—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Mahasiswa juga diperkenalkan secara lebih mendalam pada sistem pembelajaran jarak jauh yang menjadi ciri khas Universitas Terbuka, yang menekankan fleksibilitas belajar, kemandirian, serta pemanfaatan berbagai media dan teknologi. Dalam sistem ini, mahasiswa didorong untuk mampu mengatur waktu belajar sendiri, memanfaatkan bahan ajar sebagai sumber utama, serta aktif mengikuti layanan bantuan belajar seperti tutorial tatap muka maupun online.

Selain itu, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai mekanisme registrasi, alur perkuliahan, hingga sistem evaluasi pembelajaran berbasis kredit semester (SKS), termasuk beban studi dan tahapan yang harus ditempuh hingga lulus. Materi layanan kemahasiswaan juga disampaikan, mencakup informasi terkait beasiswa, organisasi kemahasiswaan, serta berbagai dukungan akademik yang tersedia.

Dalam konteks pembelajaran digital, mahasiswa dikenalkan pada berbagai platform pendukung seperti layanan UT Online, MyUT, serta perpustakaan digital yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Hal ini menjadi bagian penting dalam mendukung proses belajar mandiri di era teknologi.

Tidak kalah penting, mahasiswa juga dibekali pemahaman tentang integritas akademik sebagai landasan utama dalam menjalani perkuliahan, termasuk pentingnya kejujuran dalam mengerjakan tugas dan ujian. Selain itu, materi mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan seksual (PPKS) turut diberikan untuk membangun lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan saling menghargai.

Tidak hanya itu, melalui sesi Klinik Ujian, mahasiswa diperkenalkan terkait persiapan ujian, strategi sukses dalam mengikuti ujian, ketentuan atau tata tertib pelaksanaan, serta informasi mengenai berbagai modus ujian yang diterapkan di Universitas Terbuka.

UAS dilaksanakan melalui berbagai skema yang dirancang untuk memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa, yaitu Ujian Tatap Muka (UTM), Ujian Online (UO), dan Take Home Exam (THE), dengan bentuk tes objektif maupun pilihan ganda.

UT juga menyadari bahwa mahasiswa kerap menghadapi kecemasan menjelang ujian, seperti rasa takut gagal dan tekanan terhadap nilai. Oleh karena itu, mahasiswa didorong untuk mempersiapkan diri secara optimal melalui perencanaan belajar yang terstruktur, latihan soal, serta pengelolaan waktu yang baik.

Saat ujian berlangsung, mahasiswa diimbau untuk tetap tenang, membaca petunjuk dengan cermat, dan mengatur strategi pengerjaan soal. Dengan persiapan yang matang dan pengelolaan diri yang baik, diharapkan mahasiswa dapat mengikuti UAS secara optimal dan meraih hasil maksimal.

Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pejabat dari berbagai instansi pemerintah daerah serta mitra strategis, yang menunjukkan kuatnya dukungan lintas sektor terhadap penyelenggaraan pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh di wilayah Banten. Di antaranya hadir Jerry Panjaitan selaku Kepala Seksi PTK PAUD Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan, Dwiana Langlang Nugraha, S.STP., M.M. selaku Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Doddy Irawan, S.T., M.Si. selaku Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang, serta H. Nono Suparno, S.H.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Andi Irawan, S.Pd.I., M.Pd.I. selaku Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Tangerang, Dedy Haryanto, S.T. selaku Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, serta Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ucu Rahayu, M.Sc., yang turut memberikan penguatan akademik terhadap pentingnya peran OSMB dalam membentuk kesiapan belajar mahasiswa.

Dari wilayah Serang dan sekitarnya, kegiatan ini juga dihadiri oleh Iyoh Marwiah, S.Pd., M.Pd. selaku Analis Mutu Kebijakan Ahli Madya Dinas Pendidikan Kota Serang, Amirudin, S.IP., M.Si. selaku Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, serta Suhud, S.Ag. selaku Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Banten.

Dalam sambutannya, para pejabat yang hadir secara umum menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Mereka mengapresiasi peran Universitas Terbuka yang dinilai mampu memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat, termasuk bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu dan lokasi.

Lebih lanjut, para narasumber juga menekankan bahwa mahasiswa baru perlu memiliki kesiapan mental dan strategi belajar yang tepat untuk menghadapi sistem pembelajaran jarak jauh. Kemandirian belajar, kedisiplinan, serta kemampuan memanfaatkan teknologi digital menjadi hal yang terus ditekankan sebagai kompetensi utama yang harus dimiliki mahasiswa.

Selain aspek akademik, pembentukan karakter juga menjadi perhatian penting dalam berbagai sambutan. Mahasiswa didorong untuk menjunjung tinggi integritas, etika, serta memiliki kepedulian sosial, sehingga tidak hanya berhasil secara akademik, tetapi juga mampu berkontribusi positif di tengah masyarakat.

Kehadiran para tokoh dan pejabat ini sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelaksanaan OSMB dan Klinik Ujian sebagai fondasi awal dalam membentuk mahasiswa Universitas Terbuka yang adaptif, mandiri, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

Direktur UT Serang, Dr. Ajat Sudrajat, M.Pd., dalam sambutannya menekankan bahwa mahasiswa UT harus mampu beradaptasi dengan sistem pembelajaran yang menuntut kemandirian.

“Mahasiswa UT dituntut untuk mampu belajar secara mandiri, disiplin, dan memanfaatkan berbagai sumber belajar yang tersedia,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan OSMB ini dapat menjadi fondasi awal bagi mahasiswa untuk sukses dalam menempuh pendidikan tinggi.

Melalui kegiatan ini, UT Serang menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang fleksibel, inklusif, dan berkualitas, serta mampu menjangkau masyarakat secara luas di berbagai wilayah.

Writer/Uploader  : mar/yas

Tangerang Selatan, 24 Januari 2025 — Universitas Terbuka (UT) Serang menyelenggarakan Seminar Akademik bertema “Transformasi Pendidikan Menuju Era Society 5.0: Sinergi Kecerdasan Buatan, Penguatan Karakter, dan Inklusivitas untuk Pemerataan Akses Pendidikan”. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Terbuka Serang dalam memperkuat peran pendidikan tinggi sebagai penggerak utama pembangunan sumber daya manusia yang adaptif, berkarakter, dan inklusif di tengah dinamika perubahan sosial dan percepatan perkembangan teknologi digital.

 

Seminar akademik ini dilaksanakan sebagai respons atas tantangan global yang dihadapi dunia pendidikan, khususnya dalam menghadapi era Society 5.0, di mana teknologi canggih seperti kecerdasan buatan tidak hanya menjadi instrumen pendukung, tetapi juga memengaruhi cara manusia belajar, bekerja, dan berinteraksi. Dalam konteks tersebut, pendidikan tinggi dituntut untuk tidak sekadar mentransfer pengetahuan, melainkan juga membentuk karakter, menanamkan nilai kemanusiaan, serta memastikan akses pendidikan yang adil dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

 

Kegiatan ini diikuti oleh sivitas akademika Universitas Terbuka Serang, mahasiswa dan calon wisudawan, praktisi pendidikan, serta mitra strategis UT Serang. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dan keterlibatan aktif selama seminar berlangsung. Hadir sebagai narasumber dua tokoh yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang pendidikan, yaitu Dr. H. M. Budiharsojo, S.Pd., M.Pd., M.M., Pengawas Pembina Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, serta Yus Alvar Saabighoot, M.Pd., dosen Program Studi S1 PGPAUD Universitas Terbuka Serang.

 

Dalam pemaparannya, Dr. H. M.  Budiharsojo menegaskan bahwa konsep Society 5.0 menempatkan manusia sebagai pusat dari pemanfaatan teknologi. Teknologi, termasuk kecerdasan buatan, harus menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, bukan sebaliknya. Oleh karena itu, transformasi pendidikan tidak dapat hanya berfokus pada penguasaan teknologi, tetapi harus diiringi dengan penguatan karakter, etika, serta kerangka kebijakan dan regulasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

 

Beliau menyoroti bahwa perkembangan teknologi digital membawa peluang besar bagi dunia pendidikan, seperti kemudahan akses informasi, inovasi metode pembelajaran, dan efisiensi proses akademik. Namun, di sisi lain, perkembangan tersebut juga menghadirkan berbagai risiko, antara lain penyalahgunaan media sosial, perundungan digital, plagiarisme, serta degradasi nilai-nilai karakter di kalangan peserta didik. Menurutnya, kebijakan pendidikan harus dirancang secara komprehensif agar pemanfaatan AI dan teknologi digital tetap berlandaskan nilai kemanusiaan, tanggung jawab sosial, serta prinsip keadilan.

Sementara itu, Yus Alvar Saabighoot, M.Pd. dalam pemaparannya menekankan bahwa perubahan global yang berlangsung sangat cepat menuntut dunia pendidikan untuk melakukan transformasi fungsional dan berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa lulusan pendidikan tinggi di era Society 5.0 tidak cukup hanya dibekali dengan pengetahuan akademik, tetapi juga harus memiliki kompetensi abad ke-21, seperti kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, literasi digital, serta kemampuan unlearn, relearn, dan reskill.

 

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya wawasan peserta, memperkuat refleksi dan kolaborasi antara akademisi dan praktisi pendidikan, serta mendorong lahirnya gagasan dan praktik pendidikan yang inovatif dan berkelanjutan sebagai kontribusi nyata Universitas Terbuka Serang dalam pembangunan pendidikan nasional yang berkeadilan.

 

UT Serang: Kita Semua!!!

Hubungi Kami (WA)