Pandeglang, Banten – Pagi itu, aula SMKN 9 Pandeglang terasa berbeda dari hari-hari biasanya. Para siswa berdatangan lebih awal, duduk rapi dengan rasa penasaran di wajah mereka — sebagian membuka gawai, sebagian berbisik-bisik antusias. Mereka tahu hari itu akan ada yang spesial: sebuah pelatihan yang tidak ada di buku teks, namun justru paling dibutuhkan di dunia nyata.

Universitas Terbuka Serang melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) hadir di SMKN 9 Pandeglang pada Senin, 11 Mei 2026, menyelenggarakan pelatihan bertema “Pengembangan Keterampilan Digital Marketing bagi Siswa SMKN 9 Pandeglang”. Kegiatan ini dirancang untuk membekali para siswa dengan keterampilan praktis yang langsung relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia usaha masa kini: mulai dari pemahaman dasar digital marketing, teknik copywriting yang memikat, hingga kemampuan merancang konten visual profesional menggunakan Canva.

Suasana pagi itu benar-benar hidup. Saat sesi registrasi dibuka pukul 07.30, para siswa berdatangan dengan semangat yang tak bisa disembunyikan. Iringan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh Dinda Apriliana membuka suasana dengan khidmat dan penuh rasa kebangsaan, sebelum acara mengalir ke sesi sambutan dan kemudian memuncak dalam dua kelas paralel yang masing-masing tak kalah meriah.

Sambutan pertama disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 9 Pandeglang, Bapak Ahmad Saeful Rohim, M.Pd. yang menyambut kehadiran Tim PkM UT Serang dengan hangat dan penuh apresiasi. Beliau menegaskan bahwa pelatihan seperti ini adalah bentuk nyata dari pendidikan vokasional yang sesungguhnya — bukan hanya mengajarkan teori, tetapi mempersiapkan siswa agar siap terjun langsung ke dunia kerja, dunia usaha, dan ekonomi digital yang terus berkembang.

Bapak Wakil Kepala Sekolah juga menyampaikan harapan agar kolaborasi antara SMKN 9 Pandeglang dan Universitas Terbuka dapat terus berlanjut, melahirkan lebih banyak program yang menyentuh kebutuhan riil siswa di era digital ini.

“Kami sangat menyambut baik kehadiran Universitas Terbuka di sekolah kami. Digital marketing adalah salah satu keterampilan paling relevan untuk generasi saat ini, dan hari ini mereka mendapatkannya langsung dari Bapak Ibu Dosen.” Ungkapnya.

Sambutan kedua sekaligus pengantar kegiatan disampaikan oleh Lingga Yonita, M.I.Kom., selaku Ketua Tim PkM UT Serang. Dengan gaya komunikasi yang lugas namun hangat, Lingga menyampaikan latar belakang dan tujuan diselenggarakannya pelatihan ini. Menurutnya, era digital telah mengubah lanskap dunia kerja secara fundamental — dan SMKN 9 Pandeglang adalah tempat yang tepat dalam mengembagkan keterampilan digital marketing bagi para siswa.

Lingga menegaskan bahwa Tim PkM UT Serang tidak datang hanya untuk memberikan materi, melainkan untuk belajar bersama, berbagi pengalaman, dan memastikan setiap peserta pulang dengan keterampilan yang bisa langsung dipraktikkan — bukan hanya dipahami secara teori.

“Kami di sini bukan sebagai dosen yang mengajar teori. Kami di sini sebagai mitra belajar. Dunia digital bergerak sangat cepat — dan kami ingin memastikan siswa dan siswi di SMKN 9 Pandeglang tidak hanya menjadi user, tetapi menjadi pemain aktif di dalamnya.”

Setelah pengisian Pre Test oleh para siswa pada pukul 08.25, kegiatan memasuki sesi paling ditunggu-tunggu yaitu Breakout Class — dua kelas paralel yang berjalan bersamaan. Para siswa dibagi ke dalam dua kelompok: satu kelompok mengikuti kelas Pengenalan Digital Marketing dan Pelatihan Copywriting Sederhana, sementara kelompok lain mengikuti Pelatihan Canva. Pemandangan yang menarik: masing-masing kelas terisi penuh dengan siswa yang fokus, bersemangat, dan aktif berinteraksi.

Di Kelas A, Yus Alvar Saabighoot, M.Pd, tampil membawakan materi “Pengenalan Digital Marketing” dengan cara yang membuat para siswa langsung terhubung. Pembukaan sesi materi dibuka dengan pertanyaan sederhana: “Siapa di sini yang hari ini sudah scroll media sosial?” — dan hampir semua tangan terangkat. Dari situlah pemateri memulai perjalanan menelusuri lanskap digital marketing bersama para siswa: mulai dari konsep dasar, platform yang relevan, strategi konten, hingga cara mengukur keberhasilan sebuah kampanye digital.

Para siswa terlihat antusias menyimak dan aktif bertanya. Banyak yang terkejut menyadari bahwa aktivitas sehari-hari mereka di media sosial sesungguhnya sudah menjadi bagian dari ekosistem digital marketing — dan mereka bisa memonetisasinya dengan ilmu yang tepat.

“Digital marketing bukan sesuatu yang jauh dari kalian. Setiap hari kalian sudah melakukannya tanpa sadar — scroll, like, share, komentar. Yang perlu kalian tambahkan hanyalah strategi. Dengan strategi yang tepat, hobi bermedsos bisa berubah menjadi peluang bisnis yang nyata.” Ujarnya

Yus Alvar Saabighoot, M.Pd. lanjut membawakan “Pelatihan Copywriting Sederhana” — materi yang langsung disambut dengan antusiasme tinggi oleh para siswa. Yus Alvar memulai dengan satu pertanyaan mendasar: apa bedanya teks yang dibaca sekilas dan teks yang membuat orang berhenti, membaca sampai selesai, lalu mengambil tindakan? Jawabannya adalah copywriting.

Dengan contoh-contoh nyata dari iklan, caption media sosial, dan deskripsi produk yang beredar di internet, Yus Alvar mengajak siswa memahami prinsip-prinsip dasar copywriting yang efektif. Sesi praktik yang mengikutinya menjadi momen paling hidup — para siswa berlomba menulis caption dan tagline produk versi mereka sendiri, kemudian saling membacakan dan memberikan umpan balik.

“Kata-kata adalah senjata paling murah tapi paling ampuh dalam pemasaran digital. Kalian tidak butuh studio mahal atau kamera profesional untuk memulai. Cukup dengan kemampuan merangkai kata yang tepat, kalian sudah bisa menarik perhatian ribuan orang — bahkan mengubah pembaca menjadi pembeli.” Ujarnya.

Sementara itu, di Kelas B, siswa-siswi juga dengan antusian memperhatikan materi. Sesi Pelatihan Canva yang dipandu Tim PkM UT Serang langsung menyita perhatian penuh para peserta sejak Lingga Yonita, M.I.Kom. sebagai pemateri membuka tampilan Canva di layar proyektor. Bagi sebagian siswa, Canva bukan nama yang asing — tetapi menggunakannya secara profesional untuk membuat materi promosi yang menarik adalah pengalaman yang sama sekali baru.

Sesi pemaparan materi berlangsung selama 30 menit, sebelum kemudian masuk ke sesi praktik langsung yang paling ditunggu-tunggu: membuat flyer digital dengan menggunakan Canva. Para siswa tampak asyik bereksperimen dengan template, warna, tipografi, dan gambar, sesekali berseru kaget ketika menemukan fitur baru yang mereka tidak tahu sebelumnya. Lebih dari sekadar belajar desain, mereka sedang menemukan bahwa kreativitas bisa disalurkan dengan cara yang produktif dan bernilai ekonomi.

Sepanjang kegiatan berlangsung, satu hal yang paling menonjol adalah antusiasme para siswa SMKN 9 Pandeglang yang terasa nyata dan tulus. Mereka tidak sekadar hadir — mereka terlibat. Tangan-tangan yang terangkat aktif bertanya, suara-suara yang bersaing menjawab tantangan praktik, dan tawa-tawa kecil yang mewarnai sesi workshop adalah bukti nyata bahwa pembelajaran terbaik terjadi ketika materi relevan dengan kehidupan pesertanya.

Sesi tanya jawab di kedua kelas berlangsung lebih panjang dari yang dijadwalkan karena pertanyaan dari siswa mengalir deras — mulai dari hal teknis seperti cara mengoptimalkan konten di media sosial, hingga pertanyaan praktis tentang bagaimana memulai bisnis online dari nol dengan modal minim. Sebuah pertanda yang menggembirakan bahwa benih kewirausahaan digital sedang tumbuh di benak generasi muda Pandeglang.

Kegiatan ditutup dengan pengisian Post Test oleh seluruh peserta — sebuah proses refleksi singkat yang juga menjadi alat ukur seberapa jauh pemahaman mereka bertumbuh dalam satu sesi pelatihan yang padat namun menyenangkan ini.

Dalam waktu yang relatif singkat, kegiatan ini berhasil menanamkan pemahaman dan keterampilan praktis kepada para siswa di tiga bidang sekaligus: konsep digital marketing, teknik dasar copywriting, dan desain visual menggunakan Canva. Lebih dari sekadar konten materi, yang paling berharga adalah perubahan perspektif yang terjadi: siswa yang tadinya hanya menjadi konsumen pasif konten digital, kini mulai melihat diri mereka sebagai calon produsen dan pemasar yang berdaya.

Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa perguruan tinggi terbuka seperti Universitas Terbuka tidak hanya melayani mahasiswanya, tetapi juga hadir menyentuh lapisan masyarakat yang lebih luas — termasuk generasi muda di sekolah kejuruan yang membutuhkan stimulus dan pendampingan untuk mengubah potensi mereka menjadi keterampilan yang nyata.

Perubahan inilah  yang menjadi misi sejati dari program Pengabdian kepada Masyarakat — bukan sekadar mentransfer ilmu, tetapi menyalakan kesadaran bahwa setiap individu, tidak peduli dari mana asalnya, memiliki potensi untuk berkontribusi dan berhasil di era digital. Dan hari ini, Universitas Terbuka Serang telah membantu menyalakan satu lagi cahaya itu, di SMKN 9 Pandeglang.

Serang – Tim dosen Universitas Terbuka (UT) Serang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa Workshop Pendampingan Penyusunan Modul Ajar Berbasis Pangan Lokal Banten Integrasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan PkM dilaksanakan di Aula TK Global Indonesia School dan diikuti oleh 30 orang Kepala Sekolah ataupun guru TK dan PAUD di Kecamatan Kramatwatu Kabupaten Serang.

Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Yus Alvar Sabighoot, M.Pd. selaku Ketua PkM Tim Dosen UT Serang dan dihadiri oleh Hj. Eha Julaeha, M.Pd dan Rina Sarumpait, M.Pd selaku Penilik Kecamatan Kramatwatu pada Dinas Pendidikan Kabupaten Serang serta Pengawas TK/SD Kecamatan Kramatwau pada Dinas Pendidikan Kabupaten Serang, Tuti Suhartini, S.Pd.

Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pendidik dalam mengembangkan bahan ajar yang kontekstual dan inovatif untuk mendukung implementasi Program MBG menghadirkan lima narsumber yaitu Dr. Muthoharoh, M.Pd selaku Ketua Yayasan Shafa Marwah, tiga dosen Universitas Terbuka Serang yaitu Yus Alvar Sabighoot, M.Pd, Mohamad Arif Rahmansyah, S.Pd., M.Pd., Lingga Yonita, M.I.Kom., dan Ati Rastiani, S.Gz, Ahli Gizi dari Dapur MBG Kecamatan Kramatwatu Kabupaten Serang.

Pada kegiatan workshop ini para peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya integrasi pendidikan gizi, ketahanan pangan, dan kearifan lokal dalam proses pembelajaran. Selain itu, peserta juga mendapatkan pendampingan teknis dalam menyusun modul ajar yang memanfaatkan ragam pangan lokal Banten sebagai sumber belajar.

Dalam sambutannya, Ketua PkM Tim Dosen UT Serang, menyampaikan bahwa pemanfaatan pangan lokal dalam pembelajaran tidak hanya memperkaya bahan ajar, namun juga menjadi sarana untuk menanamkan kesadaran kepada peserta didik mengenai pentingnya konsumsi pangan bergizi, beragam, dan berbasis potensi daerah.

“Melalui workshop ini, kami berharap para guru mampu menghasilkan modul ajar yang tidak hanya memenuhi kebutuhan kurikulum, namun juga mendukung penguatan karakter, literasi gizi, serta pengenalan kekayaan pangan lokal Banten kepada peserta didik. Integrasi dengan Program MBG menjadi langkah strategis dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta dibimbing dalam mengidentifikasi potensi pangan lokal yang dapat diintegrasikan ke dalam modul belajar, menyusun capaian pembelajaran, serta merancang aktivitas pembelajaran. Pendampingan dilakukan secara interaktif melalui diskusi kelompok, praktik penyusunan modul, dan sesi konsultasi bersama tim dosen.

Dalam sesi praktik, para peserta workshop juga diperkenalkan pada penggunaan AI untuk membantu menyusun tujuan pembelajaran, merancang aktivitas bermain sambil belajar, membuat cerita edukatif, lembar kegiatan anak, hingga penggunaan media pembelajaran. Peserta juga dilatih menyusun prompt yang efektif agar AI dapat menghasilkan ide-ide pembelajaran yang kreatif, menarik, dan sesuai dengan capaian pembelajaran yang diharapkan.

Program ini merupakan bentuk komitmen Universitas Terbuka Serang dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya lokal sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat pendidikan gizi dan keberhasilan implementasi Program MBG di lingkungan sekolah.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah diharapkan lahir berbagai inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal di Provinsi Banten. Writer/Uploader  : ling/yas

Tangerang Selatan, 2025 – Universitas Terbuka (UT) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Ditjen Bina Penta dan PKK) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan Jabatan bertajuk “Green Jobs, Bright Future: Membangun Karier Berkelanjutan untuk Dunia yang Lebih Baik” di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan. Kegiatan ini diikuti oleh 325 mahasiswa secara luring dan ratusan peserta lainnya secara daring melalui Zoom serta kanal YouTube UT TV.

Penyuluhan ini merupakan bagian dari sinergi strategis antara Universitas Terbuka dan Kementerian Ketenagakerjaan dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dinamis akibat perkembangan teknologi, transformasi industri, dan tuntutan pembangunan berkelanjutan. Bagi Kemnaker RI, kegiatan di Universitas Terbuka menjadi kunjungan ke-10 dalam rangkaian program penyuluhan dan bimbingan jabatan yang dilaksanakan di berbagai perguruan tinggi sepanjang tahun 2025.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Terbuka, Prof. Dewi Artati Patmo Putri, M.A., Ph.D., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan yang relevan bagi mahasiswa UT dalam merancang masa depan karier di tengah berkembangnya ekonomi hijau. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya membutuhkan kompetensi akademik, tetapi juga pemahaman mengenai arah perkembangan pasar kerja serta kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan.

“Green job bukan sekadar tren, melainkan komitmen jangka panjang untuk menghadirkan karier yang berdaya saing sekaligus berdaya guna bagi bumi. Melalui kolaborasi ini, kami berharap mahasiswa memperoleh wawasan dan keterampilan yang dapat menjadi bekal nyata dalam meniti karier yang berkelanjutan,” ujar Prof. Dewi.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Terbuka, Prof. Rahmat Budiman, M.Hum., Ph.D., yang mewakili Rektor UT, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan dunia kerja masa depan. Ia menjelaskan bahwa konsep green jobs menjadi semakin penting seiring meningkatnya perhatian global terhadap isu keberlanjutan lingkungan dan transisi energi.

“Green Jobs, Bright Future bukan sekadar slogan, melainkan kontrak moral. Karier masa depan harus berdaya saing sekaligus berdaya guna bagi bumi. Universitas Terbuka siap membuka akses, memperbarui kompetensi, dan menjembatani mahasiswa dengan berbagai peluang yang relevan melalui Karir Hub UT dan berbagai program pengembangan karier lainnya,” ungkap Prof. Rahmat.

Prof. Rahmat juga mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan berbagai program yang telah disediakan universitas, termasuk program magang Peluru UT dan layanan Karir Hub UT yang dirancang untuk membantu mahasiswa mengembangkan kompetensi, membangun portofolio, serta memperluas akses terhadap dunia kerja.

Sementara itu, Sekretaris Ditjen Bina Penta dan PKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Eva Trisiana, S.S., M.Bus., yang hadir sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut, menyoroti tantangan ketenagakerjaan nasional yang masih dihadapkan pada persoalan ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia kerja. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik per Februari 2025, angka pengangguran terbuka mencapai 7,2 juta orang, dengan sekitar 11 persen di antaranya merupakan lulusan pendidikan tinggi.

“Percayalah, kalau kita bekerja sesuai dengan passion, minat, dan bakat, insyaallah kita bisa bekerja secara produktif. Kita betah di pekerjaan itu dan karier kita pun akan berkembang dengan lebih baik,” kata Eva.

Menurutnya, generasi muda saat ini menghadapi dua tantangan besar sekaligus peluang yang menjanjikan, yaitu disrupsi teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan transformasi menuju ekonomi hijau. Oleh karena itu, mahasiswa perlu terus meningkatkan kompetensi, mengembangkan soft skills, serta membangun ketangguhan dalam menghadapi perubahan.

Dalam kesempatan tersebut, Eva juga memperkenalkan berbagai layanan ketenagakerjaan yang dapat diakses mahasiswa, termasuk Program Magang Nasional melalui platform MagangHub Kemnaker yang menyediakan kuota hingga 80.000 peserta, serta aplikasi Siap Kerja yang membantu pengguna mengenali minat, bakat, dan potensi karier melalui asesmen mandiri.

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yang memberikan perspektif komprehensif mengenai dunia kerja masa depan. Adityya Dona Wijaya, S., M.Si., dari Ditjen Bina Penta dan PKK Kemnaker RI memaparkan perkembangan green jobs dan kebutuhan kompetensi di berbagai sektor industri. Vina Firmawati Rasulia, S., M.M., Ak., CA., Vice President Manajemen Kinerja Human Capital PT PLN (Persero), berbagi pengalaman mengenai transformasi dunia industri dan kebutuhan talenta masa depan. Sementara itu, Agastia Pritami Sukaton, M.Psi., Psikolog, dari Himpunan Psikolog Indonesia membimbing peserta untuk mengenali minat, bakat, serta potensi diri sebagai dasar perencanaan karier yang tepat.

Dalam sesi pemaparan, Adityya Dona Wijaya, S., M.Si., selaku Subkoordinator Analisis Ditjen Bina Penta dan PKK Kemnaker RI, mengajak peserta memahami dinamika ketenagakerjaan nasional di tengah bonus demografi dan transformasi dunia kerja. Ia menjelaskan berbagai layanan ketenagakerjaan yang disediakan pemerintah melalui platform Siap Kerja, mulai dari asesmen diri, pelatihan, sertifikasi, hingga akses lowongan kerja. Adityya juga memaparkan perkembangan sektor-sektor green jobs yang diproyeksikan akan terus tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja pada bidang energi terbarukan, pengelolaan lingkungan, ekonomi sirkular, dan industri berkelanjutan. Menurutnya, mahasiswa perlu membekali diri dengan keterampilan digital, kemampuan beradaptasi, dan kesadaran terhadap isu keberlanjutan agar mampu bersaing di pasar kerja masa depan.

Selanjutnya, Vina Firmawati Rasulia, S., M.M., Ak., CA., selaku Vice President Manajemen Kinerja Human Capital PT PLN (Persero), memberikan perspektif langsung dari dunia industri mengenai transformasi ketenagakerjaan di era transisi energi. Ia menjelaskan bahwa perusahaan-perusahaan saat ini tidak hanya mencari lulusan yang memiliki kompetensi teknis, tetapi juga individu yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, inovatif, serta mampu belajar secara berkelanjutan. Vina menekankan bahwa transformasi menuju energi bersih telah melahirkan berbagai profesi baru yang membutuhkan talenta-talenta muda dengan kompetensi multidisipliner. Ia juga mendorong mahasiswa untuk aktif membangun portofolio, memperluas pengalaman melalui program magang, serta terus mengembangkan soft skills yang menjadi salah satu faktor utama keberhasilan karier di dunia kerja.

Sementara itu, Agastia Pritami Sukaton, M.Psi., Psikolog, dari Himpunan Psikolog Indonesia, membimbing peserta untuk lebih mengenali diri sendiri sebagai langkah awal dalam perencanaan karier. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya memahami minat, bakat, nilai pribadi, dan potensi diri agar seseorang dapat memilih jalur karier yang sesuai. Agastia menegaskan bahwa keberhasilan karier tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kesesuaian antara karakter individu dengan pekerjaan yang dijalani. Melalui berbagai contoh kasus dan pendekatan psikologis praktis, peserta diajak untuk melakukan refleksi diri serta menyusun langkah-langkah pengembangan karier yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Ketiga narasumber secara komplementer memberikan pemahaman menyeluruh kepada peserta, mulai dari gambaran tren ketenagakerjaan nasional, kebutuhan kompetensi industri masa depan, hingga strategi mengenali dan mengembangkan potensi diri. Kombinasi perspektif pemerintah, industri, dan psikologi tersebut memberikan bekal yang komprehensif bagi mahasiswa dan alumni Universitas Terbuka dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang terus berkembang.

Antusiasme peserta terlihat dari tingginya minat mahasiswa mengikuti sesi konseling karier yang diselenggarakan setelah seminar. Lebih dari 200 mahasiswa mendaftarkan diri untuk mendapatkan layanan konsultasi karier, meskipun sesi tatap muka hanya dapat mengakomodasi 50 peserta terpilih. Untuk menjangkau peserta lainnya, Kemnaker RI menyediakan pendampingan asesmen mandiri melalui aplikasi Siap Kerja yang dapat diakses secara langsung oleh mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, Universitas Terbuka dan Kementerian Ketenagakerjaan RI menegaskan komitmen bersama dalam membangun ekosistem pengembangan karier yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan mampu membantu mahasiswa dan alumni memahami potensi diri, meningkatkan kesiapan kerja, serta mengambil peran aktif dalam mendukung pembangunan ekonomi hijau Indonesia di masa depan. Writer/Uploader  : arf/yas

SERANG, BANTEN – Menjawab tantangan akademik di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), Organisasi Kemahasiswaan “IKM” Universitas Terbuka (UT) Serang Kabinet Nawasena sukses menyelenggarakan kegiatan edukasi berskala besar bertajuk “Workshop Academic Writing Skills: Teknik Penulisan, Sitasi, dan Etika Akademik”. Mengusung tema Peningkatan Keterampilan Menulis Ilmiah Berbasis Digital, kegiatan ini digelar di Kampus UT Serang, Pakupatan, dengan diikuti secara antusias oleh seluruh pengurus Ormawa “IKM” periode 2026–2028 serta mahasiswa UT Serang yang sedang mempersiapkan tugas akhir mereka.

Sebagai perguruan tinggi negeri yang menerapkan sistem belajar jarak jauh, UT Serang berkomitmen penuh untuk mendorong kemandirian mahasiswa, terutama dalam memenuhi kewajiban menyusun Artikel Ilmiah (Aril) sebagai syarat kelulusan. Menyadari banyaknya kendala teknis dan kecemasan mahasiswa akan praktik plagiarisme di tengah maraknya pemanfaatan teknologi, workshop ini hadir sebagai ruang adaptasi yang strategis. Tanpa adanya seremonial panjang, kegiatan edukatif ini langsung dibuka oleh Yus Alvar Saabighoot, M.Pd., selaku narasumber utama sekaligus Pengarah Ormawa, yang langsung mengondisikan jalannya pelatihan agar berlangsung taktis dan substansial.

Puncak acara diisi dengan pemaparan materi komprehensif sekaligus sesi praktik langsung yang dipandu oleh Yus Alvar Saabighoot Dalam sesi tersebut, ia membedah tuntas teknik penulisan ilmiah, manajemen sitasi, hingga integrasi alat-alat digital dan AI dalam dunia riset. Mahasiswa dibimbing secara taktis mengeksplorasi pemanfaatan aplikasi Microsoft Word untuk standardisasi dokumen, pengelolaan referensi otomatis menggunakan Mendeley, hingga strategi alur kerja literatur tingkat lanjut demi menjaga orisinalitas tulisan agar lolos dari deteksi Turnitin.

Di sela-sela simulasi penulisan, Yus Alvar Saabighoot secara khusus memberikan penekanan keras mengenai batasan moral teknologi. Beliau mengingatkan bahwa kehadiran kecerdasan buatan bukanlah instrumen untuk mengambil alih proses berpikir, melainkan alat bantu efisiensi. “Dalam penggunaan AI untuk penulisan artikel ilmiah, mahasiswa harus jauh lebih memperhatikan aturan akademik dan dituntut lebih bijak dalam menggunakannya. Fondasi utama dari sebuah karya ilmiah yang layak disebarluaskan di kancah nasional maupun internasional adalah kejujuran mengutip dan keteguhan menjaga etika akademik,” tegasnya di hadapan para peserta.

Memasuki sesi akhir, suasana workshop dipenuhi oleh testimoni positif dari para peserta yang hadir. Mahasiswa mengaku sangat antusias, merasa terbantu, dan merasa tercerahkan dalam menyusun serta mempersiapkan pembuatan artikel ilmiah mereka yang semula dianggap momok menakutkan. Mengingat pentingnya materi yang disampaikan, para mahasiswa menyampaikan harapan besar kepada pihak panitia agar dapat menyelenggarakan batch atau gelombang lanjutan di masa mendatang. Mereka berharap ada pelatihan berikutnya yang mengupas secara lebih detail dan mendalam mengenai teknik spesifik penggunaan AI guna terus meningkatkan keterampilan menulis ilmiah mereka.

Writer/Uploader  : yas

Memaknai isi sambutan rektor Universitas Terbuka Prof. Dr. Ali Muktiyantoro, S.E., M.Si., dalam pembukaan Disporseni (Diskusi Ilmiah, Pekan Olahraga dan Seni) Nasional Universitas Terbuka (UT) tahun 2026 tentu akan membawa kesan yang “mendalam” serta membuka tantangan yang semakin besar dimasa yang akan datang. Rektor mengungkapkan, untuk membawa visi besar UT ke panggung global, inovasi bukan lagi pilihan akan tetapi sebuah keharusan. Era digital yang penuh dinamika dengan segala kemajuan teknologi, dengan semua pembaharuan sistem yang dilakukan, harus tetap sejalan dengan tujuan mulia UT dalam memberikan dampak nyata bagi kemajuan sumber daya manusia di tanah air. UT adalah bukti nyata negara hadir untuk menyediakan pendidikan tinggi yang berkulitas untuk seluruh negeri, semangat inovasi dan penguasaan teknologi menjadi penting untuk kemajuan bersama.

Tahun 2026, UT genap berusia 42 tahun. Diesnatalis UT ke 42 apabila diibaratkan manusia, UT saat ini memasuki usia fase puncak kematangan dalam berpikir, kematangan emosional dan spiritual. Usia matang dalam puncak produktivitas dan kebijaksanaan. Sebagai civitas akademik dalam lingkungan UT, apa yang disampaikan Rektor adalah sebuah tantangan nyata yang harus diwujudkan dalam semangat kolaborasi dan pengabdian kepada bangsa melalui Universitas Terbuka.

Era digital, ketika semua sudah terhubung dengan teknologi dan media sosial, menjadi tantangan yang besar untuk UT, dalam memberikan layanan terbaik bagi seluruh mahasiswa. Ibarat pisau bermata dua, kemajuan dan keterbukaan teknologi saat ini bisa berdampak positif dan negatif. Disatu sisi, kemajuan teknologi, perkembangan media sosial dan teknologi serta penyebaran informasi yang masif dapat mempermudah UT dalam memberikan layanan dan informasi kepada mahasiswa. Disisi lain ini dapat memberikan dampak negatif terhadap penyebaran informasi yang kurang tepat mengenai UT. Hal Ini menjadi tantangan bagi civitas akademika UT dalam memberikan layanan terbaik kepada mahasiswa dan masyarakat.

768.248 mahasiswa aktif (data Oktober 2025) tentu bukan hanya sekedar angka dan kebanggaan, akan tetapi itu juga merupakan sebuah tantangan. Memberikan layanan terbaik bukan lagi sebuah pilihan, tetapi menjadi keharusan. Semangat budaya kerja KIIARA, dimana insan UT dituntut memiliki kuliatas yang unggul, memiliki integritas, inovatif, relevan dan akuntabel bukan lagi hanya semboyan yang hanya rutin disampaikan saat acara-acara capacity building, tapi harus menjadi standar yang dimiliki oleh seluruh insan UT.

Semangat inovasi, penguasaan teknologi dan pembaruan sistem tidak akan terwujud apabila tidak ada semangat kolaborasi & kerja sama. Membuang jauh-jauh “ego sektoral” menjadi sebuah keharusan untuk mewujudkan Visi UT, menjadi perguruan tinggi jarak jauh berkuliatas dunia. Sebuah tujuan besar yang pasti dapat diwujudkan bersama-sama.

Selamat menyambut Diesnatalis Univesitas Terbuka ke 42, terus bekerja untuk memberikan dampak nyata bagi kemajuan bangsa.

Writer/Uploader  : feb/yas

SERANG – Sejumlah mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Serang berpartisipasi dalam agenda “Pelatihan Digital Marketing Bagi Pemuda Kota Serang Tahun 2026” yang diinisiasi oleh Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Wisata Baru pada Kamis (5/3) ini bertujuan memperkuat literasi digital sekaligus mencetak wirausaha muda di era ekonomi digital.

Delapan delegasi mahasiswa UT Serang dari berbagai lintas program studi—termasuk Ilmu Komunikasi, Administrasi Bisnis, Akuntansi, hingga Hukum—hadir untuk menyerap strategi pemasaran berbasis teknologi. Pelatihan intensif ini menghadirkan praktisi ahli seperti Febriansyah Selamat Pribadi, Hera Wijaya, dan M. Iffan sebagai narasumber.

Bedah Strategi Konten dan Algoritma

Dalam sesi materi, para peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai analisis tren pasar dan teknik produksi konten kreatif. Salah satu poin krusial yang dibahas adalah pemanfaatan algoritma platform digital, di mana keberhasilan konten sangat bergantung pada Watch time (durasi tontonan) dan tingkat interaksi (engagement); Konsistensi dalam mengunggah konten; Relevansi materi dengan target audiens yang dituju. Narasumber juga memberikan studi kasus nyata pada sektor food and beverage di kawasan Royal Baroe untuk memberikan gambaran praktis mengenai penentuan target pasar lokal.

Praktik Branding dan Perlindungan Hukum

Tidak hanya teori, peserta juga terlibat dalam sesi praktik membangun identitas merek, mulai dari perancangan logo hingga edukasi mengenai pentingnya pendaftaran merek dagang sebagai perlindungan hukum bagi pelaku usaha.

Keikutsertaan delegasi UT Serang ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing mahasiswa di sektor ekonomi kreatif. Dengan penguasaan digital marketing yang mumpuni, para mahasiswa diproyeksikan dapat mengoptimalkan potensi usaha mereka dan berkontribusi langsung pada pertumbuhan ekonomi digital di Kota Serang

Writer/Uploader  : yas

SERANG, 7 Maret 2026 – Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) Ikatan Keluarga Mahasiswa (IKM) Universitas Terbuka Serang sukses menyelenggarakan agenda buka puasa bersama sekaligus aksi kemanusiaan bertajuk “Merajut Persaudaraan, Menebar Cahaya Ramadhan, dan Menguatkan Semangat Berbagi”. Kegiatan yang dipusatkan di Teater Koffie ini menjadi momentum krusial dalam memperkokoh struktur internal organisasi serta memperluas impak sosial mahasiswa di tengah masyarakat

“Mewakili Direktur UT Serang, Yus Alvar Saabighoot, selaku Pengarah Ormawa IKM membuka acara yang berlangsung khidmat ini. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya momentum silaturahmi, tetapi juga manifestasi kepedulian mahasiswa untuk menebar empati di bulan Ramadhan.”

Selain dihadiri pengurus dan anggota internal, acara ini turut dihadiri oleh perwakilan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UT Serang. Kehadiran berbagai elemen ini mempertegas komitmen IKM UT Serang dalam menjaga solidaritas antar komunitas mahasiswa dan alumni.

Guna memeriahkan suasana, panitia juga membagikan berbagai doorprize sebagai bentuk apresiasi bagi peserta yang hadir. Melalui aksi berbagi takjil kepada masyarakat sekitar, IKM UT Serang berharap dapat memberikan manfaat langsung dan menyebarkan semangat kebaikan di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.

Terlaksananya kegiatan ini menjadi potret nyata dari determinasi mahasiswa dalam menghidupkan nilai-nilai filantropi di era modern. IKM UT Serang menegaskan bahwa kekuatan sesungguhnya dari sebuah organisasi terletak pada sejauh mana keberadaannya mampu memberi kemanfaatan bagi sesama, selaras dengan marwah universitas dalam mencetak agen perubahan yang peka terhadap realitas sosial. Writer/Uploader  : yas

Serang — Universitas Terbuka Serang menyelenggarakan rangkaian kegiatan yang terbagi dalam dua tahap pada 28 Maret 2026, yaitu penyambutan resmi di kantor Universitas Terbuka Serang dan dilanjutkan dengan gala dinner di Resto Saung Edi. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan pendidikan tinggi di Provinsi Banten.

Tahap pertama berupa kegiatan penyambutan dilaksanakan di kantor UT Serang, yang diisi dengan rangkaian acara formal, termasuk doa dan sambutan dari para pimpinan. Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan tercermin sejak awal kegiatan, sekaligus menunjukkan komitmen kuat UT Serang dalam membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Dalam sambutannya, Direktur UT Serang, Dr. Ajat Sudrajat, menekankan pentingnya peningkatan kinerja seluruh staf. Ia mengingatkan bahwa Universitas Terbuka merupakan institusi yang diminati banyak pihak karena sistem kerja yang profesional serta dukungan kesejahteraan yang terus berkembang.

“Banyak yang ingin bekerja di UT Serang karena sistem dan kesejahteraan yang kita miliki. Oleh karena itu, kita semua harus bekerja dengan sebaik-baiknya dan menjaga kepercayaan yang telah diberikan,” ujarnya.

Rektor Universitas Terbuka, Prof. Ali Muktiyanto, dalam arahannya menyampaikan sejumlah strategi penguatan institusi, di antaranya pengembangan digitalisasi ujian berbasis Android dan iOS. Ia juga menegaskan bahwa tugas pimpinan adalah memastikan kesejahteraan staf terus meningkat, sekaligus mendorong semangat kerja yang produktif.

“Kita harus memastikan staf tidak merasa kekurangan dan terus meningkatkan kesejahteraannya, karena itu menjadi bagian penting dalam mendorong kinerja yang optimal,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rektor menyampaikan apresiasi atas pembukaan layanan UT di Pandeglang sebagai langkah strategis dalam mempercepat peningkatan jumlah mahasiswa. Ia juga menekankan pentingnya kegiatan OSMB, Klinik Ujian (KU), PKBJJ, dan Workshop Tugas (WT) dalam membangun keyakinan dan komitmen mahasiswa untuk menempuh pendidikan di UT.

“Kita harus mampu memantapkan hati mahasiswa agar tetap memilih UT, dan di sinilah peran penting OSMB, KU, PKBJJ, serta WT,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam persaingan pendidikan tinggi di Banten yang semakin ketat, UT Serang perlu terus berinovasi dan bekerja lebih kuat dalam memperluas akses pendidikan.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan Kemenko PMK, Prof. Ojat Darojat, menyoroti adanya dua perubahan besar dalam lingkungan kerja saat ini. Pertama, integrasi teknologi yang mendorong pola kerja fleksibel seperti Work From Home (WFH). Kedua, perubahan kultur kerja yang kini lebih berorientasi pada output dibandingkan sekadar kehadiran fisik.

“Sekarang bukan lagi soal hadir atau tidak di kantor, tetapi bagaimana menghasilkan kinerja yang optimal. Karena itu, pimpinan harus mampu menyatukan sumber daya dan SDM untuk mencapai tujuan bersama,” ungkapnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan makan malam bersama yang berlangsung hangat dan penuh keakraban di Resto Saung Edi. Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari berbagai unsur pemerintahan, akademisi, dan masyarakat, yang mencerminkan kuatnya dukungan lintas sektor terhadap pengembangan pendidikan tinggi di Banten.

Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Prof. Ojat Darojat selaku Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan Kemenko PMK, H. Deden Apriandhi Hartawan, S.STP., M.Si. selaku Sekretaris Daerah Provinsi Banten, serta Dr. H. Jamaluddin, M.Pd. sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten.

Dari kalangan akademisi, turut hadir Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. selaku Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. KH. Muhammad Ishom, M.A. selaku Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, serta Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, S.T., M.T. selaku Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Hadir pula Dr. Hendrian, S.E., M.Si. sebagai Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama dan Bisnis Universitas Terbuka, dan Dr. Ajat Sudrajat, M.Pd. sebagai Direktur Universitas Terbuka Serang.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Dr. M. Jeffri Arlinandes Chandra, S.H., M.H. selaku Ketua Program Studi Magister Hukum pada Sekolah Pascasarjana, Deni Rudiana Aprizal, S.Kom sebagai Kepala Subdirektorat Inovasi, Produk, dan Layanan Digital, serta Nyimas Dewi Ratih Kamil, S.AP., BMgt., M.M., M.A. selaku Sekretaris Jenderal Ikatan Alumni Universitas Terbuka. Turut hadir pula tokoh masyarakat Banten, K.H. Embay Mulya Syarief, serta Syaeful Mikdar sebagai pensiunan Dosen Universitas Terbuka sekaligus tokoh masyarakat.

Suasana kebersamaan yang terjalin dalam makan malam ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam mendukung kemajuan dan perluasan akses pendidikan tinggi di Provinsi Banten.

Melalui kegiatan ini, Universitas Terbuka khususnya UT Serang berharap dapat terus memperkuat kolaborasi lintas sektor, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat di Provinsi Banten. UT Serang Kita Semua!!!

Writer/Uploader  : mar/yas

Serang – Universitas Terbuka (UT) Serang kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif dan adaptif melalui kegiatan Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) dan Workshop Tugas (WT). Kegiatan ini diikuti oleh ribuan mahasiswa baru dan menghadirkan sejumlah tokoh penting dari berbagai institusi pendidikan dan pemerintahan.

Pelaksanaan PKBJJ dan Workshop Tugas (WT) dilakukan secara bertahap di beberapa wilayah di Provinsi Banten guna menjangkau mahasiswa secara lebih luas. Kegiatan di wilayah Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan dilaksanakan pada 22 Februari 2026 di Hotel D’Prima yang diikuti oleh 300 mahasiswa. Selanjutnya, kegiatan untuk wilayah Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang diselenggarakan pada 1 Maret 2026 di Hotel Horison Pandeglang dengan jumlah peserta 222 mahasiswa.

Untuk wilayah Kabupaten Tangerang, kegiatan berlangsung pada 8 Maret 2026 di Aula Masjid Al-Amjad yang diikuti oleh 213 mahasiswa. Sementara itu, kegiatan untuk wilayah Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Cilegon dilaksanakan pada 29 Maret 2026 di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Kampus 2 dengan jumlah peserta sebanyak 272 mahasiswa.

Di luar hal tersebut, bagi mahasiswa yang tidak dapat hadir di lokasi, UT Serang juga menyelenggarakan PKBJJ dan WT secara daring (online) yang dilaksanakan pada tanggal 11 April 2026. Kegiatan PKBJJ dan WT online ini diikuti oleh 88 mahasiswa.

Melalui penyelenggaraan secara luring (offline) di berbagai wilayah serta daring (online), UT Serang memastikan bahwa seluruh mahasiswa baru memperoleh pembekalan yang optimal sebagai langkah awal dalam menjalani sistem pembelajaran jarak jauh.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah tamu undangan penting dari unsur pemerintah, akademisi, dan tokoh masyarakat. Hadir dalam kesempatan tersebut Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si.; Rektor Universitas Terbuka periode 2017–2025 yang saat ini menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan pada Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D.; Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Dr. H. Jamaluddin, M.Pd.; Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang diwakili oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. Dede Sunardi, M.H.; Wakil Rektor IV Universitas Terbuka Bidang Riset, Kerja Sama, dan Bisnis, Dr. Hendrian, S.E., M.Si.; Direktur Universitas Terbuka Serang, Dr. Ajat Sudrajat, M.Pd.; Sekretaris Jenderal Ikatan Alumni Universitas Terbuka, Nyimas Dewi Ratih Kamil, S.AP., B.Mgt., M.M., M.A.; serta tokoh Banten, K.H. Embay Mulya Syarief.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Terbuka menegaskan prinsip utama pembelajaran di UT, yaitu “belajar mandiri, tetapi tidak sendiri.” UT hadir sebagai solusi bagi masyarakat yang tidak dapat mengikuti perkuliahan tatap muka karena berbagai aktivitas, seperti bekerja, berumah tangga ataupun tanggung jawab lainnya.

Rektor juga menjelaskan bahwa Universitas Terbuka terus berinovasi dalam sistem pembelajaran berbasis teknologi untuk menjawab kebutuhan zaman.

“Pemanfaatan teknologi terus kami kembangkan, termasuk pelaksanaan ujian berbasis online yang dapat diakses melalui perangkat android dan IOS,” tambahnya.

Ia turut menekankan bahwa kemampuan mengelola waktu dan membangun kemandirian belajar merupakan kunci utama keberhasilan dalam sistem pembelajaran jarak jauh. Selain itu, UT juga menyediakan berbagai bentuk dukungan bagi mahasiswa berprestasi, seperti beasiswa dan program pendampingan akademik.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten menyoroti pentingnya peningkatan kualifikasi pendidikan bagi aparatur pemerintah di masa depan.

“Ke depan, kami berharap seluruh aparatur pemerintah minimal memiliki kualifikasi pendidikan sarjana,” tuturnya.

Pemerintah Provinsi Banten juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui program bantuan beasiswa, perbaikan infrastruktur sekolah, serta peningkatan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan.

Sekretaris Jenderal Ikatan Alumni Universitas Terbuka menekankan pentingnya pengembangan diri secara berkelanjutan bagi mahasiswa di tengah dinamika zaman.

“Setiap individu harus terus meng-upgrade diri menjadi versi terbaiknya. Sistem pembelajaran yang fleksibel seperti di Universitas Terbuka memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar sesuai ritme masing-masing,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa proses tersebut akan membentuk karakter mahasiswa yang mandiri, adaptif, dan bertanggung jawab.

Pesan inspiratif juga disampaikan oleh tokoh Banten, K.H. Embay Mulya Syarief, yang mengutip sabda Rasulullah tentang pentingnya menuntut ilmu sepanjang hayat, “Belajarlah hingga ke liang lahat.” Ia menegaskan bahwa manusia perlu merawat fisik, akal, dan ruh. Dalam hal ini, belajar secara berkelanjutan merupakan salah satu bentuk perawatan akal agar tetap berkembang dan berfungsi secara optimal.

Perwakilan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten turut menyoroti bahwa model Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) merupakan peluang besar dalam memperluas akses pendidikan tinggi.

“PJJ bukan penghalang, tetapi justru kesempatan yang harus dimanfaatkan. Universitas Terbuka adalah mitra strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi,” ujarnya.

Beliau memandang Universitas Terbuka sebagai mitra strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi. Ke depan, sinergi antara UT dan UIN diharapkan semakin kuat, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia, termasuk dosen.

Senada dengan hal tersebut, Prof. Ojat Darojat menyoroti tren global pembelajaran jarak jauh yang semakin meningkat, seiring dengan berkembangnya teknologi dan kebijakan kerja fleksibel seperti Work From Home (WFH).

“Tren pembelajaran jarak jauh terus meningkat, bahkan banyak perguruan tinggi mulai mengadopsinya. Fleksibilitas dalam belajar dan bekerja akan menjadi kebutuhan masa depan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang yang menuntut kemampuan manajemen diri yang baik dari setiap individu dalam menjalani proses belajar.

Kegiatan PKBJJ dan WT dilanjutkan dengan rangkaian materi yang sistematis dan aplikatif guna mendukung keberhasilan studi dalam sistem pembelajaran jarak jauh. Materi diawali dengan penguatan keterampilan belajar mandiri, termasuk pemahaman sistem pembelajaran di Universitas Terbuka, serta pelatihan dalam menyusun rencana dan jadwal belajar yang efektif dan realistis.

Selanjutnya, mahasiswa mendapatkan pembekalan terkait strategi belajar, seperti pengembangan peta konsep dan teknik membaca efektif menggunakan khusus untuk membantu memahami materi secara lebih terstruktur.

Pada sesi berikutnya, mahasiswa diberikan pemahaman mengenai tugas-tugas pembelajaran, pentingnya integritas akademik, serta pengenalan kegiatan praktik, praktikum, dan penyusunan karya ilmiah. Materi ini bertujuan untuk membangun budaya akademik yang jujur, disiplin, dan bertanggung jawab.

Selain itu, mahasiswa juga dibekali materi terkait kiat sukses mengikuti tutorial online, mulai dari alur pelaksanaan, pengaturan waktu belajar mandiri, peran dosen dan tutor, hingga mekanisme diskusi, kuis, dan tugas dalam tutorial online. Mahasiswa juga diberikan pemahaman mengenai Tutorial Tatap Muka (TTM), cara berkomunikasi dengan tutor dan dosen, serta rambu-rambu kegiatan akademik. Materi ini turut mencakup pemahaman tentang Ujian Akhir Semester (UAS) sebagai bentuk evaluasi pembelajaran.

Melalui rangkaian pembekalan tersebut, UT Serang tidak hanya membekali mahasiswa dengan keterampilan akademik, tetapi juga membangun karakter pembelajar sepanjang hayat yang mandiri, adaptif, dan siap menghadapi dinamika zaman. UT terus berkomitmen menjadi pelopor pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh yang berkualitas di Indonesia.

Writer/Uploader  : mar/yas

Serang, 2026 — Universitas Terbuka (UT) Serang menggelar kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) dan Klinik Ujian (KU) secara bertahap di empat wilayah di Provinsi Banten. Kegiatan ini diikuti sebanyak 1.269 mahasiswa baru sebagai bagian dari pembekalan awal sebelum memasuki perkuliahan.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan di beberapa lokasi strategis, yaitu wilayah Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan yang dilaksanakan pada 8 Februari 2026 di Hotel D’Prima. Selanjutnya, untuk wilayah Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang, kegiatan dilaksanakan pada 22 Februari 2026 di Hotel Horison Pandeglang.

Sementara itu, kegiatan di wilayah Kabupaten Tangerang diselenggarakan pada 1 Maret 2026 di Aula Masjid Al Amjad. Adapun untuk wilayah Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Cilegon, kegiatan dilaksanakan pada 8 Maret 2026 di UIN SMH Banten Kampus 2.

Jumlah peserta yang hadir di masing-masing wilayah terdiri atas 410 mahasiswa di Tangerang dan Tangerang Selatan, 263 mahasiswa di Lebak dan Pandeglang, 261 mahasiswa di Kabupaten Tangerang, serta 335 mahasiswa di wilayah Serang, Kota Serang, dan Cilegon.

Kegiatan OSMB merupakan bagian dari Layanan Pendukung Keterampilan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ) yang bertujuan membekali mahasiswa dengan kemampuan belajar mandiri serta pemahaman terhadap sistem pendidikan jarak jauh. Hal ini sejalan dengan kegiatan OSMB sebelumnya yang menekankan pentingnya kemandirian belajar bagi mahasiswa UT.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mendapatkan berbagai materi penting yang dirancang untuk membantu mereka memahami dunia perkuliahan di Universitas Terbuka. Materi diawali dengan pengenalan visi dan misi universitas serta sistem pendidikan tinggi di Indonesia, termasuk peran perguruan tinggi dalam melaksanakan Tri Dharma—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Mahasiswa juga diperkenalkan secara lebih mendalam pada sistem pembelajaran jarak jauh yang menjadi ciri khas Universitas Terbuka, yang menekankan fleksibilitas belajar, kemandirian, serta pemanfaatan berbagai media dan teknologi. Dalam sistem ini, mahasiswa didorong untuk mampu mengatur waktu belajar sendiri, memanfaatkan bahan ajar sebagai sumber utama, serta aktif mengikuti layanan bantuan belajar seperti tutorial tatap muka maupun online.

Selain itu, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai mekanisme registrasi, alur perkuliahan, hingga sistem evaluasi pembelajaran berbasis kredit semester (SKS), termasuk beban studi dan tahapan yang harus ditempuh hingga lulus. Materi layanan kemahasiswaan juga disampaikan, mencakup informasi terkait beasiswa, organisasi kemahasiswaan, serta berbagai dukungan akademik yang tersedia.

Dalam konteks pembelajaran digital, mahasiswa dikenalkan pada berbagai platform pendukung seperti layanan UT Online, MyUT, serta perpustakaan digital yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Hal ini menjadi bagian penting dalam mendukung proses belajar mandiri di era teknologi.

Tidak kalah penting, mahasiswa juga dibekali pemahaman tentang integritas akademik sebagai landasan utama dalam menjalani perkuliahan, termasuk pentingnya kejujuran dalam mengerjakan tugas dan ujian. Selain itu, materi mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan seksual (PPKS) turut diberikan untuk membangun lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan saling menghargai.

Tidak hanya itu, melalui sesi Klinik Ujian, mahasiswa diperkenalkan terkait persiapan ujian, strategi sukses dalam mengikuti ujian, ketentuan atau tata tertib pelaksanaan, serta informasi mengenai berbagai modus ujian yang diterapkan di Universitas Terbuka.

UAS dilaksanakan melalui berbagai skema yang dirancang untuk memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa, yaitu Ujian Tatap Muka (UTM), Ujian Online (UO), dan Take Home Exam (THE), dengan bentuk tes objektif maupun pilihan ganda.

UT juga menyadari bahwa mahasiswa kerap menghadapi kecemasan menjelang ujian, seperti rasa takut gagal dan tekanan terhadap nilai. Oleh karena itu, mahasiswa didorong untuk mempersiapkan diri secara optimal melalui perencanaan belajar yang terstruktur, latihan soal, serta pengelolaan waktu yang baik.

Saat ujian berlangsung, mahasiswa diimbau untuk tetap tenang, membaca petunjuk dengan cermat, dan mengatur strategi pengerjaan soal. Dengan persiapan yang matang dan pengelolaan diri yang baik, diharapkan mahasiswa dapat mengikuti UAS secara optimal dan meraih hasil maksimal.

Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pejabat dari berbagai instansi pemerintah daerah serta mitra strategis, yang menunjukkan kuatnya dukungan lintas sektor terhadap penyelenggaraan pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh di wilayah Banten. Di antaranya hadir Jerry Panjaitan selaku Kepala Seksi PTK PAUD Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan, Dwiana Langlang Nugraha, S.STP., M.M. selaku Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Doddy Irawan, S.T., M.Si. selaku Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang, serta H. Nono Suparno, S.H.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Andi Irawan, S.Pd.I., M.Pd.I. selaku Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Tangerang, Dedy Haryanto, S.T. selaku Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, serta Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ucu Rahayu, M.Sc., yang turut memberikan penguatan akademik terhadap pentingnya peran OSMB dalam membentuk kesiapan belajar mahasiswa.

Dari wilayah Serang dan sekitarnya, kegiatan ini juga dihadiri oleh Iyoh Marwiah, S.Pd., M.Pd. selaku Analis Mutu Kebijakan Ahli Madya Dinas Pendidikan Kota Serang, Amirudin, S.IP., M.Si. selaku Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, serta Suhud, S.Ag. selaku Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Banten.

Dalam sambutannya, para pejabat yang hadir secara umum menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Mereka mengapresiasi peran Universitas Terbuka yang dinilai mampu memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat, termasuk bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu dan lokasi.

Lebih lanjut, para narasumber juga menekankan bahwa mahasiswa baru perlu memiliki kesiapan mental dan strategi belajar yang tepat untuk menghadapi sistem pembelajaran jarak jauh. Kemandirian belajar, kedisiplinan, serta kemampuan memanfaatkan teknologi digital menjadi hal yang terus ditekankan sebagai kompetensi utama yang harus dimiliki mahasiswa.

Selain aspek akademik, pembentukan karakter juga menjadi perhatian penting dalam berbagai sambutan. Mahasiswa didorong untuk menjunjung tinggi integritas, etika, serta memiliki kepedulian sosial, sehingga tidak hanya berhasil secara akademik, tetapi juga mampu berkontribusi positif di tengah masyarakat.

Kehadiran para tokoh dan pejabat ini sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelaksanaan OSMB dan Klinik Ujian sebagai fondasi awal dalam membentuk mahasiswa Universitas Terbuka yang adaptif, mandiri, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

Direktur UT Serang, Dr. Ajat Sudrajat, M.Pd., dalam sambutannya menekankan bahwa mahasiswa UT harus mampu beradaptasi dengan sistem pembelajaran yang menuntut kemandirian.

“Mahasiswa UT dituntut untuk mampu belajar secara mandiri, disiplin, dan memanfaatkan berbagai sumber belajar yang tersedia,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan OSMB ini dapat menjadi fondasi awal bagi mahasiswa untuk sukses dalam menempuh pendidikan tinggi.

Melalui kegiatan ini, UT Serang menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang fleksibel, inklusif, dan berkualitas, serta mampu menjangkau masyarakat secara luas di berbagai wilayah.

Writer/Uploader  : mar/yas

Hubungi Kami (WA)