
Serang – Tim dosen Universitas Terbuka (UT) Serang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa Workshop Pendampingan Penyusunan Modul Ajar Berbasis Pangan Lokal Banten Integrasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan PkM dilaksanakan di Aula TK Global Indonesia School dan diikuti oleh 30 orang Kepala Sekolah ataupun guru TK dan PAUD di Kecamatan Kramatwatu Kabupaten Serang.
Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Yus Alvar Sabighoot, M.Pd. selaku Ketua PkM Tim Dosen UT Serang dan dihadiri oleh Hj. Eha Julaeha, M.Pd dan Rina Sarumpait, M.Pd selaku Penilik Kecamatan Kramatwatu pada Dinas Pendidikan Kabupaten Serang serta Pengawas TK/SD Kecamatan Kramatwau pada Dinas Pendidikan Kabupaten Serang, Tuti Suhartini, S.Pd.
Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pendidik dalam mengembangkan bahan ajar yang kontekstual dan inovatif untuk mendukung implementasi Program MBG menghadirkan lima narsumber yaitu Dr. Muthoharoh, M.Pd selaku Ketua Yayasan Shafa Marwah, tiga dosen Universitas Terbuka Serang yaitu Yus Alvar Sabighoot, M.Pd, Mohamad Arif Rahmansyah, S.Pd., M.Pd., Lingga Yonita, M.I.Kom., dan Ati Rastiani, S.Gz, Ahli Gizi dari Dapur MBG Kecamatan Kramatwatu Kabupaten Serang.
Pada kegiatan workshop ini para peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya integrasi pendidikan gizi, ketahanan pangan, dan kearifan lokal dalam proses pembelajaran. Selain itu, peserta juga mendapatkan pendampingan teknis dalam menyusun modul ajar yang memanfaatkan ragam pangan lokal Banten sebagai sumber belajar.
Dalam sambutannya, Ketua PkM Tim Dosen UT Serang, menyampaikan bahwa pemanfaatan pangan lokal dalam pembelajaran tidak hanya memperkaya bahan ajar, namun juga menjadi sarana untuk menanamkan kesadaran kepada peserta didik mengenai pentingnya konsumsi pangan bergizi, beragam, dan berbasis potensi daerah.

“Melalui workshop ini, kami berharap para guru mampu menghasilkan modul ajar yang tidak hanya memenuhi kebutuhan kurikulum, namun juga mendukung penguatan karakter, literasi gizi, serta pengenalan kekayaan pangan lokal Banten kepada peserta didik. Integrasi dengan Program MBG menjadi langkah strategis dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta dibimbing dalam mengidentifikasi potensi pangan lokal yang dapat diintegrasikan ke dalam modul belajar, menyusun capaian pembelajaran, serta merancang aktivitas pembelajaran. Pendampingan dilakukan secara interaktif melalui diskusi kelompok, praktik penyusunan modul, dan sesi konsultasi bersama tim dosen.

Dalam sesi praktik, para peserta workshop juga diperkenalkan pada penggunaan AI untuk membantu menyusun tujuan pembelajaran, merancang aktivitas bermain sambil belajar, membuat cerita edukatif, lembar kegiatan anak, hingga penggunaan media pembelajaran. Peserta juga dilatih menyusun prompt yang efektif agar AI dapat menghasilkan ide-ide pembelajaran yang kreatif, menarik, dan sesuai dengan capaian pembelajaran yang diharapkan.
Program ini merupakan bentuk komitmen Universitas Terbuka Serang dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya lokal sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat pendidikan gizi dan keberhasilan implementasi Program MBG di lingkungan sekolah.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah diharapkan lahir berbagai inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal di Provinsi Banten. Writer/Uploader : ling/yas

Tangerang Selatan, 2025 – Universitas Terbuka (UT) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Ditjen Bina Penta dan PKK) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan Jabatan bertajuk “Green Jobs, Bright Future: Membangun Karier Berkelanjutan untuk Dunia yang Lebih Baik” di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan. Kegiatan ini diikuti oleh 325 mahasiswa secara luring dan ratusan peserta lainnya secara daring melalui Zoom serta kanal YouTube UT TV.
Penyuluhan ini merupakan bagian dari sinergi strategis antara Universitas Terbuka dan Kementerian Ketenagakerjaan dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dinamis akibat perkembangan teknologi, transformasi industri, dan tuntutan pembangunan berkelanjutan. Bagi Kemnaker RI, kegiatan di Universitas Terbuka menjadi kunjungan ke-10 dalam rangkaian program penyuluhan dan bimbingan jabatan yang dilaksanakan di berbagai perguruan tinggi sepanjang tahun 2025.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Terbuka, Prof. Dewi Artati Patmo Putri, M.A., Ph.D., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan yang relevan bagi mahasiswa UT dalam merancang masa depan karier di tengah berkembangnya ekonomi hijau. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya membutuhkan kompetensi akademik, tetapi juga pemahaman mengenai arah perkembangan pasar kerja serta kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan.
“Green job bukan sekadar tren, melainkan komitmen jangka panjang untuk menghadirkan karier yang berdaya saing sekaligus berdaya guna bagi bumi. Melalui kolaborasi ini, kami berharap mahasiswa memperoleh wawasan dan keterampilan yang dapat menjadi bekal nyata dalam meniti karier yang berkelanjutan,” ujar Prof. Dewi.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Terbuka, Prof. Rahmat Budiman, M.Hum., Ph.D., yang mewakili Rektor UT, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan dunia kerja masa depan. Ia menjelaskan bahwa konsep green jobs menjadi semakin penting seiring meningkatnya perhatian global terhadap isu keberlanjutan lingkungan dan transisi energi.
“Green Jobs, Bright Future bukan sekadar slogan, melainkan kontrak moral. Karier masa depan harus berdaya saing sekaligus berdaya guna bagi bumi. Universitas Terbuka siap membuka akses, memperbarui kompetensi, dan menjembatani mahasiswa dengan berbagai peluang yang relevan melalui Karir Hub UT dan berbagai program pengembangan karier lainnya,” ungkap Prof. Rahmat.

Prof. Rahmat juga mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan berbagai program yang telah disediakan universitas, termasuk program magang Peluru UT dan layanan Karir Hub UT yang dirancang untuk membantu mahasiswa mengembangkan kompetensi, membangun portofolio, serta memperluas akses terhadap dunia kerja.
Sementara itu, Sekretaris Ditjen Bina Penta dan PKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Eva Trisiana, S.S., M.Bus., yang hadir sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut, menyoroti tantangan ketenagakerjaan nasional yang masih dihadapkan pada persoalan ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia kerja. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik per Februari 2025, angka pengangguran terbuka mencapai 7,2 juta orang, dengan sekitar 11 persen di antaranya merupakan lulusan pendidikan tinggi.
“Percayalah, kalau kita bekerja sesuai dengan passion, minat, dan bakat, insyaallah kita bisa bekerja secara produktif. Kita betah di pekerjaan itu dan karier kita pun akan berkembang dengan lebih baik,” kata Eva.
Menurutnya, generasi muda saat ini menghadapi dua tantangan besar sekaligus peluang yang menjanjikan, yaitu disrupsi teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan transformasi menuju ekonomi hijau. Oleh karena itu, mahasiswa perlu terus meningkatkan kompetensi, mengembangkan soft skills, serta membangun ketangguhan dalam menghadapi perubahan.
Dalam kesempatan tersebut, Eva juga memperkenalkan berbagai layanan ketenagakerjaan yang dapat diakses mahasiswa, termasuk Program Magang Nasional melalui platform MagangHub Kemnaker yang menyediakan kuota hingga 80.000 peserta, serta aplikasi Siap Kerja yang membantu pengguna mengenali minat, bakat, dan potensi karier melalui asesmen mandiri.
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yang memberikan perspektif komprehensif mengenai dunia kerja masa depan. Adityya Dona Wijaya, S., M.Si., dari Ditjen Bina Penta dan PKK Kemnaker RI memaparkan perkembangan green jobs dan kebutuhan kompetensi di berbagai sektor industri. Vina Firmawati Rasulia, S., M.M., Ak., CA., Vice President Manajemen Kinerja Human Capital PT PLN (Persero), berbagi pengalaman mengenai transformasi dunia industri dan kebutuhan talenta masa depan. Sementara itu, Agastia Pritami Sukaton, M.Psi., Psikolog, dari Himpunan Psikolog Indonesia membimbing peserta untuk mengenali minat, bakat, serta potensi diri sebagai dasar perencanaan karier yang tepat.
Dalam sesi pemaparan, Adityya Dona Wijaya, S., M.Si., selaku Subkoordinator Analisis Ditjen Bina Penta dan PKK Kemnaker RI, mengajak peserta memahami dinamika ketenagakerjaan nasional di tengah bonus demografi dan transformasi dunia kerja. Ia menjelaskan berbagai layanan ketenagakerjaan yang disediakan pemerintah melalui platform Siap Kerja, mulai dari asesmen diri, pelatihan, sertifikasi, hingga akses lowongan kerja. Adityya juga memaparkan perkembangan sektor-sektor green jobs yang diproyeksikan akan terus tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja pada bidang energi terbarukan, pengelolaan lingkungan, ekonomi sirkular, dan industri berkelanjutan. Menurutnya, mahasiswa perlu membekali diri dengan keterampilan digital, kemampuan beradaptasi, dan kesadaran terhadap isu keberlanjutan agar mampu bersaing di pasar kerja masa depan.
Selanjutnya, Vina Firmawati Rasulia, S., M.M., Ak., CA., selaku Vice President Manajemen Kinerja Human Capital PT PLN (Persero), memberikan perspektif langsung dari dunia industri mengenai transformasi ketenagakerjaan di era transisi energi. Ia menjelaskan bahwa perusahaan-perusahaan saat ini tidak hanya mencari lulusan yang memiliki kompetensi teknis, tetapi juga individu yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, inovatif, serta mampu belajar secara berkelanjutan. Vina menekankan bahwa transformasi menuju energi bersih telah melahirkan berbagai profesi baru yang membutuhkan talenta-talenta muda dengan kompetensi multidisipliner. Ia juga mendorong mahasiswa untuk aktif membangun portofolio, memperluas pengalaman melalui program magang, serta terus mengembangkan soft skills yang menjadi salah satu faktor utama keberhasilan karier di dunia kerja.
Sementara itu, Agastia Pritami Sukaton, M.Psi., Psikolog, dari Himpunan Psikolog Indonesia, membimbing peserta untuk lebih mengenali diri sendiri sebagai langkah awal dalam perencanaan karier. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya memahami minat, bakat, nilai pribadi, dan potensi diri agar seseorang dapat memilih jalur karier yang sesuai. Agastia menegaskan bahwa keberhasilan karier tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kesesuaian antara karakter individu dengan pekerjaan yang dijalani. Melalui berbagai contoh kasus dan pendekatan psikologis praktis, peserta diajak untuk melakukan refleksi diri serta menyusun langkah-langkah pengembangan karier yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Ketiga narasumber secara komplementer memberikan pemahaman menyeluruh kepada peserta, mulai dari gambaran tren ketenagakerjaan nasional, kebutuhan kompetensi industri masa depan, hingga strategi mengenali dan mengembangkan potensi diri. Kombinasi perspektif pemerintah, industri, dan psikologi tersebut memberikan bekal yang komprehensif bagi mahasiswa dan alumni Universitas Terbuka dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang terus berkembang.

Antusiasme peserta terlihat dari tingginya minat mahasiswa mengikuti sesi konseling karier yang diselenggarakan setelah seminar. Lebih dari 200 mahasiswa mendaftarkan diri untuk mendapatkan layanan konsultasi karier, meskipun sesi tatap muka hanya dapat mengakomodasi 50 peserta terpilih. Untuk menjangkau peserta lainnya, Kemnaker RI menyediakan pendampingan asesmen mandiri melalui aplikasi Siap Kerja yang dapat diakses secara langsung oleh mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, Universitas Terbuka dan Kementerian Ketenagakerjaan RI menegaskan komitmen bersama dalam membangun ekosistem pengembangan karier yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan mampu membantu mahasiswa dan alumni memahami potensi diri, meningkatkan kesiapan kerja, serta mengambil peran aktif dalam mendukung pembangunan ekonomi hijau Indonesia di masa depan. Writer/Uploader : arf/yas

SERANG, BANTEN – Menjawab tantangan akademik di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), Organisasi Kemahasiswaan “IKM” Universitas Terbuka (UT) Serang Kabinet Nawasena sukses menyelenggarakan kegiatan edukasi berskala besar bertajuk “Workshop Academic Writing Skills: Teknik Penulisan, Sitasi, dan Etika Akademik”. Mengusung tema Peningkatan Keterampilan Menulis Ilmiah Berbasis Digital, kegiatan ini digelar di Kampus UT Serang, Pakupatan, dengan diikuti secara antusias oleh seluruh pengurus Ormawa “IKM” periode 2026–2028 serta mahasiswa UT Serang yang sedang mempersiapkan tugas akhir mereka.

Sebagai perguruan tinggi negeri yang menerapkan sistem belajar jarak jauh, UT Serang berkomitmen penuh untuk mendorong kemandirian mahasiswa, terutama dalam memenuhi kewajiban menyusun Artikel Ilmiah (Aril) sebagai syarat kelulusan. Menyadari banyaknya kendala teknis dan kecemasan mahasiswa akan praktik plagiarisme di tengah maraknya pemanfaatan teknologi, workshop ini hadir sebagai ruang adaptasi yang strategis. Tanpa adanya seremonial panjang, kegiatan edukatif ini langsung dibuka oleh Yus Alvar Saabighoot, M.Pd., selaku narasumber utama sekaligus Pengarah Ormawa, yang langsung mengondisikan jalannya pelatihan agar berlangsung taktis dan substansial.

Puncak acara diisi dengan pemaparan materi komprehensif sekaligus sesi praktik langsung yang dipandu oleh Yus Alvar Saabighoot Dalam sesi tersebut, ia membedah tuntas teknik penulisan ilmiah, manajemen sitasi, hingga integrasi alat-alat digital dan AI dalam dunia riset. Mahasiswa dibimbing secara taktis mengeksplorasi pemanfaatan aplikasi Microsoft Word untuk standardisasi dokumen, pengelolaan referensi otomatis menggunakan Mendeley, hingga strategi alur kerja literatur tingkat lanjut demi menjaga orisinalitas tulisan agar lolos dari deteksi Turnitin.

Di sela-sela simulasi penulisan, Yus Alvar Saabighoot secara khusus memberikan penekanan keras mengenai batasan moral teknologi. Beliau mengingatkan bahwa kehadiran kecerdasan buatan bukanlah instrumen untuk mengambil alih proses berpikir, melainkan alat bantu efisiensi. “Dalam penggunaan AI untuk penulisan artikel ilmiah, mahasiswa harus jauh lebih memperhatikan aturan akademik dan dituntut lebih bijak dalam menggunakannya. Fondasi utama dari sebuah karya ilmiah yang layak disebarluaskan di kancah nasional maupun internasional adalah kejujuran mengutip dan keteguhan menjaga etika akademik,” tegasnya di hadapan para peserta.

Memasuki sesi akhir, suasana workshop dipenuhi oleh testimoni positif dari para peserta yang hadir. Mahasiswa mengaku sangat antusias, merasa terbantu, dan merasa tercerahkan dalam menyusun serta mempersiapkan pembuatan artikel ilmiah mereka yang semula dianggap momok menakutkan. Mengingat pentingnya materi yang disampaikan, para mahasiswa menyampaikan harapan besar kepada pihak panitia agar dapat menyelenggarakan batch atau gelombang lanjutan di masa mendatang. Mereka berharap ada pelatihan berikutnya yang mengupas secara lebih detail dan mendalam mengenai teknik spesifik penggunaan AI guna terus meningkatkan keterampilan menulis ilmiah mereka.
Writer/Uploader : yas

SERANG – Sejumlah mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Serang berpartisipasi dalam agenda “Pelatihan Digital Marketing Bagi Pemuda Kota Serang Tahun 2026” yang diinisiasi oleh Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Wisata Baru pada Kamis (5/3) ini bertujuan memperkuat literasi digital sekaligus mencetak wirausaha muda di era ekonomi digital.
Delapan delegasi mahasiswa UT Serang dari berbagai lintas program studi—termasuk Ilmu Komunikasi, Administrasi Bisnis, Akuntansi, hingga Hukum—hadir untuk menyerap strategi pemasaran berbasis teknologi. Pelatihan intensif ini menghadirkan praktisi ahli seperti Febriansyah Selamat Pribadi, Hera Wijaya, dan M. Iffan sebagai narasumber.
Bedah Strategi Konten dan Algoritma
Dalam sesi materi, para peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai analisis tren pasar dan teknik produksi konten kreatif. Salah satu poin krusial yang dibahas adalah pemanfaatan algoritma platform digital, di mana keberhasilan konten sangat bergantung pada Watch time (durasi tontonan) dan tingkat interaksi (engagement); Konsistensi dalam mengunggah konten; Relevansi materi dengan target audiens yang dituju. Narasumber juga memberikan studi kasus nyata pada sektor food and beverage di kawasan Royal Baroe untuk memberikan gambaran praktis mengenai penentuan target pasar lokal.
Praktik Branding dan Perlindungan Hukum
Tidak hanya teori, peserta juga terlibat dalam sesi praktik membangun identitas merek, mulai dari perancangan logo hingga edukasi mengenai pentingnya pendaftaran merek dagang sebagai perlindungan hukum bagi pelaku usaha.
Keikutsertaan delegasi UT Serang ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing mahasiswa di sektor ekonomi kreatif. Dengan penguasaan digital marketing yang mumpuni, para mahasiswa diproyeksikan dapat mengoptimalkan potensi usaha mereka dan berkontribusi langsung pada pertumbuhan ekonomi digital di Kota Serang
Writer/Uploader : yas

Serang — Universitas Terbuka Serang menyelenggarakan rangkaian kegiatan yang terbagi dalam dua tahap pada 28 Maret 2026, yaitu penyambutan resmi di kantor Universitas Terbuka Serang dan dilanjutkan dengan gala dinner di Resto Saung Edi. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan pendidikan tinggi di Provinsi Banten.
Tahap pertama berupa kegiatan penyambutan dilaksanakan di kantor UT Serang, yang diisi dengan rangkaian acara formal, termasuk doa dan sambutan dari para pimpinan. Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan tercermin sejak awal kegiatan, sekaligus menunjukkan komitmen kuat UT Serang dalam membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Dalam sambutannya, Direktur UT Serang, Dr. Ajat Sudrajat, menekankan pentingnya peningkatan kinerja seluruh staf. Ia mengingatkan bahwa Universitas Terbuka merupakan institusi yang diminati banyak pihak karena sistem kerja yang profesional serta dukungan kesejahteraan yang terus berkembang.
“Banyak yang ingin bekerja di UT Serang karena sistem dan kesejahteraan yang kita miliki. Oleh karena itu, kita semua harus bekerja dengan sebaik-baiknya dan menjaga kepercayaan yang telah diberikan,” ujarnya.
Rektor Universitas Terbuka, Prof. Ali Muktiyanto, dalam arahannya menyampaikan sejumlah strategi penguatan institusi, di antaranya pengembangan digitalisasi ujian berbasis Android dan iOS. Ia juga menegaskan bahwa tugas pimpinan adalah memastikan kesejahteraan staf terus meningkat, sekaligus mendorong semangat kerja yang produktif.
“Kita harus memastikan staf tidak merasa kekurangan dan terus meningkatkan kesejahteraannya, karena itu menjadi bagian penting dalam mendorong kinerja yang optimal,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rektor menyampaikan apresiasi atas pembukaan layanan UT di Pandeglang sebagai langkah strategis dalam mempercepat peningkatan jumlah mahasiswa. Ia juga menekankan pentingnya kegiatan OSMB, Klinik Ujian (KU), PKBJJ, dan Workshop Tugas (WT) dalam membangun keyakinan dan komitmen mahasiswa untuk menempuh pendidikan di UT.
“Kita harus mampu memantapkan hati mahasiswa agar tetap memilih UT, dan di sinilah peran penting OSMB, KU, PKBJJ, serta WT,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa dalam persaingan pendidikan tinggi di Banten yang semakin ketat, UT Serang perlu terus berinovasi dan bekerja lebih kuat dalam memperluas akses pendidikan.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan Kemenko PMK, Prof. Ojat Darojat, menyoroti adanya dua perubahan besar dalam lingkungan kerja saat ini. Pertama, integrasi teknologi yang mendorong pola kerja fleksibel seperti Work From Home (WFH). Kedua, perubahan kultur kerja yang kini lebih berorientasi pada output dibandingkan sekadar kehadiran fisik.
“Sekarang bukan lagi soal hadir atau tidak di kantor, tetapi bagaimana menghasilkan kinerja yang optimal. Karena itu, pimpinan harus mampu menyatukan sumber daya dan SDM untuk mencapai tujuan bersama,” ungkapnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan makan malam bersama yang berlangsung hangat dan penuh keakraban di Resto Saung Edi. Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari berbagai unsur pemerintahan, akademisi, dan masyarakat, yang mencerminkan kuatnya dukungan lintas sektor terhadap pengembangan pendidikan tinggi di Banten.
Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Prof. Ojat Darojat selaku Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan Kemenko PMK, H. Deden Apriandhi Hartawan, S.STP., M.Si. selaku Sekretaris Daerah Provinsi Banten, serta Dr. H. Jamaluddin, M.Pd. sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten.
Dari kalangan akademisi, turut hadir Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. selaku Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. KH. Muhammad Ishom, M.A. selaku Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, serta Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, S.T., M.T. selaku Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Hadir pula Dr. Hendrian, S.E., M.Si. sebagai Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama dan Bisnis Universitas Terbuka, dan Dr. Ajat Sudrajat, M.Pd. sebagai Direktur Universitas Terbuka Serang.
Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Dr. M. Jeffri Arlinandes Chandra, S.H., M.H. selaku Ketua Program Studi Magister Hukum pada Sekolah Pascasarjana, Deni Rudiana Aprizal, S.Kom sebagai Kepala Subdirektorat Inovasi, Produk, dan Layanan Digital, serta Nyimas Dewi Ratih Kamil, S.AP., BMgt., M.M., M.A. selaku Sekretaris Jenderal Ikatan Alumni Universitas Terbuka. Turut hadir pula tokoh masyarakat Banten, K.H. Embay Mulya Syarief, serta Syaeful Mikdar sebagai pensiunan Dosen Universitas Terbuka sekaligus tokoh masyarakat.
Suasana kebersamaan yang terjalin dalam makan malam ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam mendukung kemajuan dan perluasan akses pendidikan tinggi di Provinsi Banten.
Melalui kegiatan ini, Universitas Terbuka khususnya UT Serang berharap dapat terus memperkuat kolaborasi lintas sektor, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat di Provinsi Banten. UT Serang Kita Semua!!!
Writer/Uploader : mar/yas

Serang, 2026 — Universitas Terbuka (UT) Serang menggelar kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) dan Klinik Ujian (KU) secara bertahap di empat wilayah di Provinsi Banten. Kegiatan ini diikuti sebanyak 1.269 mahasiswa baru sebagai bagian dari pembekalan awal sebelum memasuki perkuliahan.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan di beberapa lokasi strategis, yaitu wilayah Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan yang dilaksanakan pada 8 Februari 2026 di Hotel D’Prima. Selanjutnya, untuk wilayah Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang, kegiatan dilaksanakan pada 22 Februari 2026 di Hotel Horison Pandeglang.
Sementara itu, kegiatan di wilayah Kabupaten Tangerang diselenggarakan pada 1 Maret 2026 di Aula Masjid Al Amjad. Adapun untuk wilayah Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Cilegon, kegiatan dilaksanakan pada 8 Maret 2026 di UIN SMH Banten Kampus 2.
Jumlah peserta yang hadir di masing-masing wilayah terdiri atas 410 mahasiswa di Tangerang dan Tangerang Selatan, 263 mahasiswa di Lebak dan Pandeglang, 261 mahasiswa di Kabupaten Tangerang, serta 335 mahasiswa di wilayah Serang, Kota Serang, dan Cilegon.
Kegiatan OSMB merupakan bagian dari Layanan Pendukung Keterampilan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ) yang bertujuan membekali mahasiswa dengan kemampuan belajar mandiri serta pemahaman terhadap sistem pendidikan jarak jauh. Hal ini sejalan dengan kegiatan OSMB sebelumnya yang menekankan pentingnya kemandirian belajar bagi mahasiswa UT.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mendapatkan berbagai materi penting yang dirancang untuk membantu mereka memahami dunia perkuliahan di Universitas Terbuka. Materi diawali dengan pengenalan visi dan misi universitas serta sistem pendidikan tinggi di Indonesia, termasuk peran perguruan tinggi dalam melaksanakan Tri Dharma—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Mahasiswa juga diperkenalkan secara lebih mendalam pada sistem pembelajaran jarak jauh yang menjadi ciri khas Universitas Terbuka, yang menekankan fleksibilitas belajar, kemandirian, serta pemanfaatan berbagai media dan teknologi. Dalam sistem ini, mahasiswa didorong untuk mampu mengatur waktu belajar sendiri, memanfaatkan bahan ajar sebagai sumber utama, serta aktif mengikuti layanan bantuan belajar seperti tutorial tatap muka maupun online.
Selain itu, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai mekanisme registrasi, alur perkuliahan, hingga sistem evaluasi pembelajaran berbasis kredit semester (SKS), termasuk beban studi dan tahapan yang harus ditempuh hingga lulus. Materi layanan kemahasiswaan juga disampaikan, mencakup informasi terkait beasiswa, organisasi kemahasiswaan, serta berbagai dukungan akademik yang tersedia.
Dalam konteks pembelajaran digital, mahasiswa dikenalkan pada berbagai platform pendukung seperti layanan UT Online, MyUT, serta perpustakaan digital yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Hal ini menjadi bagian penting dalam mendukung proses belajar mandiri di era teknologi.
Tidak kalah penting, mahasiswa juga dibekali pemahaman tentang integritas akademik sebagai landasan utama dalam menjalani perkuliahan, termasuk pentingnya kejujuran dalam mengerjakan tugas dan ujian. Selain itu, materi mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan seksual (PPKS) turut diberikan untuk membangun lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan saling menghargai.
Tidak hanya itu, melalui sesi Klinik Ujian, mahasiswa diperkenalkan terkait persiapan ujian, strategi sukses dalam mengikuti ujian, ketentuan atau tata tertib pelaksanaan, serta informasi mengenai berbagai modus ujian yang diterapkan di Universitas Terbuka.
UAS dilaksanakan melalui berbagai skema yang dirancang untuk memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa, yaitu Ujian Tatap Muka (UTM), Ujian Online (UO), dan Take Home Exam (THE), dengan bentuk tes objektif maupun pilihan ganda.
UT juga menyadari bahwa mahasiswa kerap menghadapi kecemasan menjelang ujian, seperti rasa takut gagal dan tekanan terhadap nilai. Oleh karena itu, mahasiswa didorong untuk mempersiapkan diri secara optimal melalui perencanaan belajar yang terstruktur, latihan soal, serta pengelolaan waktu yang baik.
Saat ujian berlangsung, mahasiswa diimbau untuk tetap tenang, membaca petunjuk dengan cermat, dan mengatur strategi pengerjaan soal. Dengan persiapan yang matang dan pengelolaan diri yang baik, diharapkan mahasiswa dapat mengikuti UAS secara optimal dan meraih hasil maksimal.
Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pejabat dari berbagai instansi pemerintah daerah serta mitra strategis, yang menunjukkan kuatnya dukungan lintas sektor terhadap penyelenggaraan pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh di wilayah Banten. Di antaranya hadir Jerry Panjaitan selaku Kepala Seksi PTK PAUD Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan, Dwiana Langlang Nugraha, S.STP., M.M. selaku Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Doddy Irawan, S.T., M.Si. selaku Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang, serta H. Nono Suparno, S.H.
Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Andi Irawan, S.Pd.I., M.Pd.I. selaku Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Tangerang, Dedy Haryanto, S.T. selaku Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, serta Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ucu Rahayu, M.Sc., yang turut memberikan penguatan akademik terhadap pentingnya peran OSMB dalam membentuk kesiapan belajar mahasiswa.
Dari wilayah Serang dan sekitarnya, kegiatan ini juga dihadiri oleh Iyoh Marwiah, S.Pd., M.Pd. selaku Analis Mutu Kebijakan Ahli Madya Dinas Pendidikan Kota Serang, Amirudin, S.IP., M.Si. selaku Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, serta Suhud, S.Ag. selaku Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Banten.
Dalam sambutannya, para pejabat yang hadir secara umum menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Mereka mengapresiasi peran Universitas Terbuka yang dinilai mampu memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat, termasuk bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu dan lokasi.
Lebih lanjut, para narasumber juga menekankan bahwa mahasiswa baru perlu memiliki kesiapan mental dan strategi belajar yang tepat untuk menghadapi sistem pembelajaran jarak jauh. Kemandirian belajar, kedisiplinan, serta kemampuan memanfaatkan teknologi digital menjadi hal yang terus ditekankan sebagai kompetensi utama yang harus dimiliki mahasiswa.
Selain aspek akademik, pembentukan karakter juga menjadi perhatian penting dalam berbagai sambutan. Mahasiswa didorong untuk menjunjung tinggi integritas, etika, serta memiliki kepedulian sosial, sehingga tidak hanya berhasil secara akademik, tetapi juga mampu berkontribusi positif di tengah masyarakat.
Kehadiran para tokoh dan pejabat ini sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelaksanaan OSMB dan Klinik Ujian sebagai fondasi awal dalam membentuk mahasiswa Universitas Terbuka yang adaptif, mandiri, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.
Direktur UT Serang, Dr. Ajat Sudrajat, M.Pd., dalam sambutannya menekankan bahwa mahasiswa UT harus mampu beradaptasi dengan sistem pembelajaran yang menuntut kemandirian.
“Mahasiswa UT dituntut untuk mampu belajar secara mandiri, disiplin, dan memanfaatkan berbagai sumber belajar yang tersedia,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan OSMB ini dapat menjadi fondasi awal bagi mahasiswa untuk sukses dalam menempuh pendidikan tinggi.
Melalui kegiatan ini, UT Serang menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang fleksibel, inklusif, dan berkualitas, serta mampu menjangkau masyarakat secara luas di berbagai wilayah.
Writer/Uploader : mar/yas

Serang — Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) FKIP Universitas Terbuka (UT) Serang menyelenggarakan kegiatan Penguatan Karakter melalui Kegiatan Keagamaan bagi mahasiswa PPG Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua pertemuan pada bulan suci Ramadhan, sebagai upaya memperkuat nilai spiritual, moral, dan karakter calon guru.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya dibekali dengan kompetensi profesional sebagai pendidik, tetapi juga diajak menumbuhkan integritas, keteladanan, serta kesadaran spiritual dalam menjalankan peran sebagai guru di masa depan. UT Serang memandang bahwa guru masa kini tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga harus mampu menjadi figur yang memberi contoh dan inspirasi bagi peserta didik.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa PPG untuk melihat kembali hubungan antara nilai-nilai keagamaan dengan praktik pendidikan di sekolah. Dalam pendidikan modern, guru memiliki peran penting dalam menanamkan nilai karakter kepada siswa. Karena itu, kegiatan ini tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga dirangkaikan dengan praktik kebersamaan dan ibadah bersama yang memperkuat suasana spiritual di lingkungan akademik.
Pertemuan pertama dilaksanakan pada Senin, 2 Maret 2026, dengan menghadirkan narasumber Yus Alvar Saabighoot, M.Pd. yang menyampaikan materi berjudul “Menjadi Guru yang Digugu dan Ditiru sebagai Implementasi Pendidikan Karakter.” Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa profesi guru bukan sekadar pekerjaan untuk menyampaikan pengetahuan, melainkan amanah besar dalam membentuk generasi masa depan. Guru diharapkan mampu menjadi sosok yang dipercaya dan diteladani oleh peserta didik.
Ia menjelaskan bahwa kekuatan seorang guru tidak hanya terletak pada metode atau materi pembelajaran, tetapi juga pada integritas dan kepribadian yang dimilikinya. Guru yang “digugu” adalah guru yang ucapannya dipercaya karena selaras dengan perbuatannya. Sementara guru yang “ditiru” adalah guru yang perilakunya menjadi contoh bagi siswa. Karena itu, seorang pendidik perlu menjaga konsistensi antara nilai yang diajarkan dan sikap yang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, materi juga menekankan pentingnya menata niat dalam menjalankan profesi sebagai pendidik. Menjadi guru dipandang sebagai bentuk pengabdian dan tanggung jawab moral yang tidak hanya berdampak pada kehidupan siswa di dunia, tetapi juga menjadi investasi amal jariyah yang bernilai jangka panjang. Dengan niat yang tulus dan komitmen yang kuat, guru dapat menjalankan perannya sebagai pembimbing yang membentuk karakter sekaligus mengembangkan potensi peserta didik.
Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang diikuti oleh seluruh peserta dan panitia. Suasana kebersamaan di bulan Ramadhan tersebut menjadi momen yang hangat bagi mahasiswa PPG dan civitas akademika UT Serang untuk saling berinteraksi dan mempererat silaturahmi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan shalat Maghrib berjamaah dan makan bersama.
Pertemuan kedua dilaksanakan pada Senin, 9 Maret 2026, dengan menghadirkan narasumber Mohamad Arif Rahmansyah, M.Pd. yang menyampaikan materi berjudul “Dari Ritual ke Perilaku: Membangun Karakter Guru Abad 21.” Materi ini menekankan bahwa pendidikan karakter tidak cukup hanya dipahami sebagai konsep, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam peran guru sebagai teladan bagi peserta didik.
Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa nilai-nilai karakter dalam pendidikan Islam dapat ditanamkan melalui pemahaman yang mendalam terhadap ibadah. Praktik ibadah seperti syahadat, sholat, zakat, puasa, dan haji tidak hanya memiliki dimensi ritual, tetapi juga mengandung nilai-nilai karakter penting seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, empati sosial, kesabaran, serta pengendalian diri.
Materi juga menyoroti berbagai tantangan pendidikan di era modern, seperti meningkatnya ketergantungan pada gawai, berkurangnya interaksi sosial, serta mulai memudarnya budaya sopan santun di kalangan generasi muda. Dalam situasi tersebut, guru memiliki peran strategis dalam membangun lingkungan belajar yang positif melalui keteladanan, pembiasaan perilaku baik, nasihat yang bijak, serta penggunaan kisah-kisah teladan dalam proses pembelajaran.
Sebagaimana pada pertemuan pertama, kegiatan ini juga ditutup dengan buka puasa bersama. Para peserta bersama-sama menikmati hidangan berbuka, kemudian melaksanakan shalat Maghrib berjamaah, dan dilanjutkan dengan makan bersama. Suasana kebersamaan ini menjadi bagian penting dari proses pembelajaran karakter, di mana nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan ukhuwah dapat dirasakan secara langsung oleh seluruh peserta.
D alam sambutannya, Direktur UT Serang, Dr. Ajat Sudrajat, M.Pd., menekankan pentingnya pembentukan karakter bagi mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG). Menurutnya, lulusan PPG Universitas Terbuka tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik dan pedagogik yang baik, tetapi juga harus memiliki karakter yang kuat sebagai seorang pendidik.
Ia menyampaikan bahwa para lulusan PPG UT diharapkan mampu menjadi guru yang berintegritas, berakhlak baik, dan mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. Dengan karakter yang baik, para lulusan tidak hanya akan berhasil dalam menjalankan profesinya sebagai guru, tetapi juga dapat membawa dan menjaga nama baik Universitas Terbuka di mana pun mereka mengabdi.
Melalui kegiatan Penguatan Karakter melalui Kegiatan Keagamaan ini, Universitas Terbuka Serang berharap mahasiswa PPG tidak hanya menjadi guru yang kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, integritas yang tinggi, serta mampu menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pendidikan yang berkualitas tidak hanya berfokus pada aspek pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan kepribadian yang mulia.
Writer/Uploader : mar/yas

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak serta Sekretaris Dinas Kabupaten Pandeglang, yang menunjukkan dukungan pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi wujud sinergi antara institusi pendidikan dan pemerintah daerah dalam mendorong kemajuan masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh para pengelola SALUT dari Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak yang selama ini berperan aktif dalam memberikan layanan akademik dan administrasi kepada mahasiswa Universitas Terbuka di wilayah masing-masing.
Momentum istimewa dalam kegiatan ini adalah kehadiran secara mendadak Prof. Ojat Darojat, Rektor Universitas Terbuka sebelumnya. Kehadiran beliau memberikan motivasi dan semangat tambahan bagi seluruh peserta. Dalam penyampaian motivasinya, Prof. Ojat Darojat menekankan bahwa mahasiswa Universitas Terbuka adalah individu yang tangguh dan memiliki daya juang tinggi, karena mampu menyeimbangkan peran sebagai pekerja, anggota keluarga, sekaligus mahasiswa.
Kegiatan LPKBJJ ini diharapkan dapat semakin memperkuat komitmen mahasiswa dalam menyelesaikan studi tepat waktu serta meningkatkan kualitas akademik secara berkelanjutan. Antusiasme yang ditunjukkan oleh ratusan mahasiswa menjadi bukti nyata bahwa semangat belajar di wilayah Pandeglang dan Lebak terus tumbuh dan berkembang.
