UT Serang Bekali Ribuan Mahasiswa Baru, OSMB dan Klinik Ujian Disambut dengan Antusias
Serang, 2026 — Universitas Terbuka (UT) Serang menggelar kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) dan Klinik Ujian (KU) secara bertahap di empat wilayah di Provinsi Banten. Kegiatan ini diikuti sebanyak 1.269 mahasiswa baru sebagai bagian dari pembekalan awal sebelum memasuki perkuliahan.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan di beberapa lokasi strategis, yaitu wilayah Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan yang dilaksanakan pada 8 Februari 2026 di Hotel D’Prima. Selanjutnya, untuk wilayah Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang, kegiatan dilaksanakan pada 22 Februari 2026 di Hotel Horison Pandeglang.
Sementara itu, kegiatan di wilayah Kabupaten Tangerang diselenggarakan pada 1 Maret 2026 di Aula Masjid Al Amjad. Adapun untuk wilayah Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Cilegon, kegiatan dilaksanakan pada 8 Maret 2026 di UIN SMH Banten Kampus 2.
Jumlah peserta yang hadir di masing-masing wilayah terdiri atas 410 mahasiswa di Tangerang dan Tangerang Selatan, 263 mahasiswa di Lebak dan Pandeglang, 261 mahasiswa di Kabupaten Tangerang, serta 335 mahasiswa di wilayah Serang, Kota Serang, dan Cilegon.
Kegiatan OSMB merupakan bagian dari Layanan Pendukung Keterampilan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ) yang bertujuan membekali mahasiswa dengan kemampuan belajar mandiri serta pemahaman terhadap sistem pendidikan jarak jauh. Hal ini sejalan dengan kegiatan OSMB sebelumnya yang menekankan pentingnya kemandirian belajar bagi mahasiswa UT.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mendapatkan berbagai materi penting yang dirancang untuk membantu mereka memahami dunia perkuliahan di Universitas Terbuka. Materi diawali dengan pengenalan visi dan misi universitas serta sistem pendidikan tinggi di Indonesia, termasuk peran perguruan tinggi dalam melaksanakan Tri Dharma—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Mahasiswa juga diperkenalkan secara lebih mendalam pada sistem pembelajaran jarak jauh yang menjadi ciri khas Universitas Terbuka, yang menekankan fleksibilitas belajar, kemandirian, serta pemanfaatan berbagai media dan teknologi. Dalam sistem ini, mahasiswa didorong untuk mampu mengatur waktu belajar sendiri, memanfaatkan bahan ajar sebagai sumber utama, serta aktif mengikuti layanan bantuan belajar seperti tutorial tatap muka maupun online.
Selain itu, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai mekanisme registrasi, alur perkuliahan, hingga sistem evaluasi pembelajaran berbasis kredit semester (SKS), termasuk beban studi dan tahapan yang harus ditempuh hingga lulus. Materi layanan kemahasiswaan juga disampaikan, mencakup informasi terkait beasiswa, organisasi kemahasiswaan, serta berbagai dukungan akademik yang tersedia.
Dalam konteks pembelajaran digital, mahasiswa dikenalkan pada berbagai platform pendukung seperti layanan UT Online, MyUT, serta perpustakaan digital yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Hal ini menjadi bagian penting dalam mendukung proses belajar mandiri di era teknologi.
Tidak kalah penting, mahasiswa juga dibekali pemahaman tentang integritas akademik sebagai landasan utama dalam menjalani perkuliahan, termasuk pentingnya kejujuran dalam mengerjakan tugas dan ujian. Selain itu, materi mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan seksual (PPKS) turut diberikan untuk membangun lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan saling menghargai.
Tidak hanya itu, melalui sesi Klinik Ujian, mahasiswa diperkenalkan terkait persiapan ujian, strategi sukses dalam mengikuti ujian, ketentuan atau tata tertib pelaksanaan, serta informasi mengenai berbagai modus ujian yang diterapkan di Universitas Terbuka.
UAS dilaksanakan melalui berbagai skema yang dirancang untuk memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa, yaitu Ujian Tatap Muka (UTM), Ujian Online (UO), dan Take Home Exam (THE), dengan bentuk tes objektif maupun pilihan ganda.
UT juga menyadari bahwa mahasiswa kerap menghadapi kecemasan menjelang ujian, seperti rasa takut gagal dan tekanan terhadap nilai. Oleh karena itu, mahasiswa didorong untuk mempersiapkan diri secara optimal melalui perencanaan belajar yang terstruktur, latihan soal, serta pengelolaan waktu yang baik.
Saat ujian berlangsung, mahasiswa diimbau untuk tetap tenang, membaca petunjuk dengan cermat, dan mengatur strategi pengerjaan soal. Dengan persiapan yang matang dan pengelolaan diri yang baik, diharapkan mahasiswa dapat mengikuti UAS secara optimal dan meraih hasil maksimal.
Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pejabat dari berbagai instansi pemerintah daerah serta mitra strategis, yang menunjukkan kuatnya dukungan lintas sektor terhadap penyelenggaraan pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh di wilayah Banten. Di antaranya hadir Jerry Panjaitan selaku Kepala Seksi PTK PAUD Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan, Dwiana Langlang Nugraha, S.STP., M.M. selaku Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Doddy Irawan, S.T., M.Si. selaku Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang, serta H. Nono Suparno, S.H.
Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Andi Irawan, S.Pd.I., M.Pd.I. selaku Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Tangerang, Dedy Haryanto, S.T. selaku Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, serta Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ucu Rahayu, M.Sc., yang turut memberikan penguatan akademik terhadap pentingnya peran OSMB dalam membentuk kesiapan belajar mahasiswa.
Dari wilayah Serang dan sekitarnya, kegiatan ini juga dihadiri oleh Iyoh Marwiah, S.Pd., M.Pd. selaku Analis Mutu Kebijakan Ahli Madya Dinas Pendidikan Kota Serang, Amirudin, S.IP., M.Si. selaku Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, serta Suhud, S.Ag. selaku Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Banten.
Dalam sambutannya, para pejabat yang hadir secara umum menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Mereka mengapresiasi peran Universitas Terbuka yang dinilai mampu memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat, termasuk bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu dan lokasi.
Lebih lanjut, para narasumber juga menekankan bahwa mahasiswa baru perlu memiliki kesiapan mental dan strategi belajar yang tepat untuk menghadapi sistem pembelajaran jarak jauh. Kemandirian belajar, kedisiplinan, serta kemampuan memanfaatkan teknologi digital menjadi hal yang terus ditekankan sebagai kompetensi utama yang harus dimiliki mahasiswa.
Selain aspek akademik, pembentukan karakter juga menjadi perhatian penting dalam berbagai sambutan. Mahasiswa didorong untuk menjunjung tinggi integritas, etika, serta memiliki kepedulian sosial, sehingga tidak hanya berhasil secara akademik, tetapi juga mampu berkontribusi positif di tengah masyarakat.
Kehadiran para tokoh dan pejabat ini sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelaksanaan OSMB dan Klinik Ujian sebagai fondasi awal dalam membentuk mahasiswa Universitas Terbuka yang adaptif, mandiri, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.
Direktur UT Serang, Dr. Ajat Sudrajat, M.Pd., dalam sambutannya menekankan bahwa mahasiswa UT harus mampu beradaptasi dengan sistem pembelajaran yang menuntut kemandirian.
“Mahasiswa UT dituntut untuk mampu belajar secara mandiri, disiplin, dan memanfaatkan berbagai sumber belajar yang tersedia,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan OSMB ini dapat menjadi fondasi awal bagi mahasiswa untuk sukses dalam menempuh pendidikan tinggi.
Melalui kegiatan ini, UT Serang menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang fleksibel, inklusif, dan berkualitas, serta mampu menjangkau masyarakat secara luas di berbagai wilayah.