PKBJJ dan Workshop Tugas Jadi Gerbang Awal, UT Serang Bentuk Ribuan Mahasiswa Baru Menjadi Pribadi yang Mandiri dan Adaptif
Serang – Universitas Terbuka (UT) Serang kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif dan adaptif melalui kegiatan Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) dan Workshop Tugas (WT). Kegiatan ini diikuti oleh ribuan mahasiswa baru dan menghadirkan sejumlah tokoh penting dari berbagai institusi pendidikan dan pemerintahan.
Pelaksanaan PKBJJ dan Workshop Tugas (WT) dilakukan secara bertahap di beberapa wilayah di Provinsi Banten guna menjangkau mahasiswa secara lebih luas. Kegiatan di wilayah Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan dilaksanakan pada 22 Februari 2026 di Hotel D’Prima yang diikuti oleh 300 mahasiswa. Selanjutnya, kegiatan untuk wilayah Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang diselenggarakan pada 1 Maret 2026 di Hotel Horison Pandeglang dengan jumlah peserta 222 mahasiswa.
Untuk wilayah Kabupaten Tangerang, kegiatan berlangsung pada 8 Maret 2026 di Aula Masjid Al-Amjad yang diikuti oleh 213 mahasiswa. Sementara itu, kegiatan untuk wilayah Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Cilegon dilaksanakan pada 29 Maret 2026 di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Kampus 2 dengan jumlah peserta sebanyak 272 mahasiswa.
Di luar hal tersebut, bagi mahasiswa yang tidak dapat hadir di lokasi, UT Serang juga menyelenggarakan PKBJJ dan WT secara daring (online) yang dilaksanakan pada tanggal 11 April 2026. Kegiatan PKBJJ dan WT online ini diikuti oleh 88 mahasiswa.
Melalui penyelenggaraan secara luring (offline) di berbagai wilayah serta daring (online), UT Serang memastikan bahwa seluruh mahasiswa baru memperoleh pembekalan yang optimal sebagai langkah awal dalam menjalani sistem pembelajaran jarak jauh.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah tamu undangan penting dari unsur pemerintah, akademisi, dan tokoh masyarakat. Hadir dalam kesempatan tersebut Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si.; Rektor Universitas Terbuka periode 2017–2025 yang saat ini menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan pada Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D.; Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Dr. H. Jamaluddin, M.Pd.; Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang diwakili oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. Dede Sunardi, M.H.; Wakil Rektor IV Universitas Terbuka Bidang Riset, Kerja Sama, dan Bisnis, Dr. Hendrian, S.E., M.Si.; Direktur Universitas Terbuka Serang, Dr. Ajat Sudrajat, M.Pd.; Sekretaris Jenderal Ikatan Alumni Universitas Terbuka, Nyimas Dewi Ratih Kamil, S.AP., B.Mgt., M.M., M.A.; serta tokoh Banten, K.H. Embay Mulya Syarief.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Terbuka menegaskan prinsip utama pembelajaran di UT, yaitu “belajar mandiri, tetapi tidak sendiri.” UT hadir sebagai solusi bagi masyarakat yang tidak dapat mengikuti perkuliahan tatap muka karena berbagai aktivitas, seperti bekerja, berumah tangga ataupun tanggung jawab lainnya.
Rektor juga menjelaskan bahwa Universitas Terbuka terus berinovasi dalam sistem pembelajaran berbasis teknologi untuk menjawab kebutuhan zaman.
“Pemanfaatan teknologi terus kami kembangkan, termasuk pelaksanaan ujian berbasis online yang dapat diakses melalui perangkat android dan IOS,” tambahnya.
Ia turut menekankan bahwa kemampuan mengelola waktu dan membangun kemandirian belajar merupakan kunci utama keberhasilan dalam sistem pembelajaran jarak jauh. Selain itu, UT juga menyediakan berbagai bentuk dukungan bagi mahasiswa berprestasi, seperti beasiswa dan program pendampingan akademik.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten menyoroti pentingnya peningkatan kualifikasi pendidikan bagi aparatur pemerintah di masa depan.
“Ke depan, kami berharap seluruh aparatur pemerintah minimal memiliki kualifikasi pendidikan sarjana,” tuturnya.
Pemerintah Provinsi Banten juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui program bantuan beasiswa, perbaikan infrastruktur sekolah, serta peningkatan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan.
Sekretaris Jenderal Ikatan Alumni Universitas Terbuka menekankan pentingnya pengembangan diri secara berkelanjutan bagi mahasiswa di tengah dinamika zaman.
“Setiap individu harus terus meng-upgrade diri menjadi versi terbaiknya. Sistem pembelajaran yang fleksibel seperti di Universitas Terbuka memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar sesuai ritme masing-masing,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa proses tersebut akan membentuk karakter mahasiswa yang mandiri, adaptif, dan bertanggung jawab.
Pesan inspiratif juga disampaikan oleh tokoh Banten, K.H. Embay Mulya Syarief, yang mengutip sabda Rasulullah tentang pentingnya menuntut ilmu sepanjang hayat, “Belajarlah hingga ke liang lahat.” Ia menegaskan bahwa manusia perlu merawat fisik, akal, dan ruh. Dalam hal ini, belajar secara berkelanjutan merupakan salah satu bentuk perawatan akal agar tetap berkembang dan berfungsi secara optimal.
Perwakilan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten turut menyoroti bahwa model Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) merupakan peluang besar dalam memperluas akses pendidikan tinggi.
“PJJ bukan penghalang, tetapi justru kesempatan yang harus dimanfaatkan. Universitas Terbuka adalah mitra strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi,” ujarnya.
Beliau memandang Universitas Terbuka sebagai mitra strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi. Ke depan, sinergi antara UT dan UIN diharapkan semakin kuat, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia, termasuk dosen.
Senada dengan hal tersebut, Prof. Ojat Darojat menyoroti tren global pembelajaran jarak jauh yang semakin meningkat, seiring dengan berkembangnya teknologi dan kebijakan kerja fleksibel seperti Work From Home (WFH).
“Tren pembelajaran jarak jauh terus meningkat, bahkan banyak perguruan tinggi mulai mengadopsinya. Fleksibilitas dalam belajar dan bekerja akan menjadi kebutuhan masa depan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang yang menuntut kemampuan manajemen diri yang baik dari setiap individu dalam menjalani proses belajar.
Kegiatan PKBJJ dan WT dilanjutkan dengan rangkaian materi yang sistematis dan aplikatif guna mendukung keberhasilan studi dalam sistem pembelajaran jarak jauh. Materi diawali dengan penguatan keterampilan belajar mandiri, termasuk pemahaman sistem pembelajaran di Universitas Terbuka, serta pelatihan dalam menyusun rencana dan jadwal belajar yang efektif dan realistis.
Selanjutnya, mahasiswa mendapatkan pembekalan terkait strategi belajar, seperti pengembangan peta konsep dan teknik membaca efektif menggunakan khusus untuk membantu memahami materi secara lebih terstruktur.
Pada sesi berikutnya, mahasiswa diberikan pemahaman mengenai tugas-tugas pembelajaran, pentingnya integritas akademik, serta pengenalan kegiatan praktik, praktikum, dan penyusunan karya ilmiah. Materi ini bertujuan untuk membangun budaya akademik yang jujur, disiplin, dan bertanggung jawab.
Selain itu, mahasiswa juga dibekali materi terkait kiat sukses mengikuti tutorial online, mulai dari alur pelaksanaan, pengaturan waktu belajar mandiri, peran dosen dan tutor, hingga mekanisme diskusi, kuis, dan tugas dalam tutorial online. Mahasiswa juga diberikan pemahaman mengenai Tutorial Tatap Muka (TTM), cara berkomunikasi dengan tutor dan dosen, serta rambu-rambu kegiatan akademik. Materi ini turut mencakup pemahaman tentang Ujian Akhir Semester (UAS) sebagai bentuk evaluasi pembelajaran.
Melalui rangkaian pembekalan tersebut, UT Serang tidak hanya membekali mahasiswa dengan keterampilan akademik, tetapi juga membangun karakter pembelajar sepanjang hayat yang mandiri, adaptif, dan siap menghadapi dinamika zaman. UT terus berkomitmen menjadi pelopor pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh yang berkualitas di Indonesia.