Tangerang Selatan, 2025 – Universitas Terbuka (UT) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Ditjen Bina Penta dan PKK) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan Jabatan bertajuk “Green Jobs, Bright Future: Membangun Karier Berkelanjutan untuk Dunia yang Lebih Baik” di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan. Kegiatan ini diikuti oleh 325 mahasiswa secara luring dan ratusan peserta lainnya secara daring melalui Zoom serta kanal YouTube UT TV.
Penyuluhan ini merupakan bagian dari sinergi strategis antara Universitas Terbuka dan Kementerian Ketenagakerjaan dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dinamis akibat perkembangan teknologi, transformasi industri, dan tuntutan pembangunan berkelanjutan. Bagi Kemnaker RI, kegiatan di Universitas Terbuka menjadi kunjungan ke-10 dalam rangkaian program penyuluhan dan bimbingan jabatan yang dilaksanakan di berbagai perguruan tinggi sepanjang tahun 2025.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Terbuka, Prof. Dewi Artati Patmo Putri, M.A., Ph.D., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan yang relevan bagi mahasiswa UT dalam merancang masa depan karier di tengah berkembangnya ekonomi hijau. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya membutuhkan kompetensi akademik, tetapi juga pemahaman mengenai arah perkembangan pasar kerja serta kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan.
“Green job bukan sekadar tren, melainkan komitmen jangka panjang untuk menghadirkan karier yang berdaya saing sekaligus berdaya guna bagi bumi. Melalui kolaborasi ini, kami berharap mahasiswa memperoleh wawasan dan keterampilan yang dapat menjadi bekal nyata dalam meniti karier yang berkelanjutan,” ujar Prof. Dewi.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Terbuka, Prof. Rahmat Budiman, M.Hum., Ph.D., yang mewakili Rektor UT, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan dunia kerja masa depan. Ia menjelaskan bahwa konsep green jobs menjadi semakin penting seiring meningkatnya perhatian global terhadap isu keberlanjutan lingkungan dan transisi energi.
“Green Jobs, Bright Future bukan sekadar slogan, melainkan kontrak moral. Karier masa depan harus berdaya saing sekaligus berdaya guna bagi bumi. Universitas Terbuka siap membuka akses, memperbarui kompetensi, dan menjembatani mahasiswa dengan berbagai peluang yang relevan melalui Karir Hub UT dan berbagai program pengembangan karier lainnya,” ungkap Prof. Rahmat.

Prof. Rahmat juga mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan berbagai program yang telah disediakan universitas, termasuk program magang Peluru UT dan layanan Karir Hub UT yang dirancang untuk membantu mahasiswa mengembangkan kompetensi, membangun portofolio, serta memperluas akses terhadap dunia kerja.
Sementara itu, Sekretaris Ditjen Bina Penta dan PKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Eva Trisiana, S.S., M.Bus., yang hadir sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut, menyoroti tantangan ketenagakerjaan nasional yang masih dihadapkan pada persoalan ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia kerja. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik per Februari 2025, angka pengangguran terbuka mencapai 7,2 juta orang, dengan sekitar 11 persen di antaranya merupakan lulusan pendidikan tinggi.
“Percayalah, kalau kita bekerja sesuai dengan passion, minat, dan bakat, insyaallah kita bisa bekerja secara produktif. Kita betah di pekerjaan itu dan karier kita pun akan berkembang dengan lebih baik,” kata Eva.
Menurutnya, generasi muda saat ini menghadapi dua tantangan besar sekaligus peluang yang menjanjikan, yaitu disrupsi teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan transformasi menuju ekonomi hijau. Oleh karena itu, mahasiswa perlu terus meningkatkan kompetensi, mengembangkan soft skills, serta membangun ketangguhan dalam menghadapi perubahan.
Dalam kesempatan tersebut, Eva juga memperkenalkan berbagai layanan ketenagakerjaan yang dapat diakses mahasiswa, termasuk Program Magang Nasional melalui platform MagangHub Kemnaker yang menyediakan kuota hingga 80.000 peserta, serta aplikasi Siap Kerja yang membantu pengguna mengenali minat, bakat, dan potensi karier melalui asesmen mandiri.
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yang memberikan perspektif komprehensif mengenai dunia kerja masa depan. Adityya Dona Wijaya, S., M.Si., dari Ditjen Bina Penta dan PKK Kemnaker RI memaparkan perkembangan green jobs dan kebutuhan kompetensi di berbagai sektor industri. Vina Firmawati Rasulia, S., M.M., Ak., CA., Vice President Manajemen Kinerja Human Capital PT PLN (Persero), berbagi pengalaman mengenai transformasi dunia industri dan kebutuhan talenta masa depan. Sementara itu, Agastia Pritami Sukaton, M.Psi., Psikolog, dari Himpunan Psikolog Indonesia membimbing peserta untuk mengenali minat, bakat, serta potensi diri sebagai dasar perencanaan karier yang tepat.
Dalam sesi pemaparan, Adityya Dona Wijaya, S., M.Si., selaku Subkoordinator Analisis Ditjen Bina Penta dan PKK Kemnaker RI, mengajak peserta memahami dinamika ketenagakerjaan nasional di tengah bonus demografi dan transformasi dunia kerja. Ia menjelaskan berbagai layanan ketenagakerjaan yang disediakan pemerintah melalui platform Siap Kerja, mulai dari asesmen diri, pelatihan, sertifikasi, hingga akses lowongan kerja. Adityya juga memaparkan perkembangan sektor-sektor green jobs yang diproyeksikan akan terus tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja pada bidang energi terbarukan, pengelolaan lingkungan, ekonomi sirkular, dan industri berkelanjutan. Menurutnya, mahasiswa perlu membekali diri dengan keterampilan digital, kemampuan beradaptasi, dan kesadaran terhadap isu keberlanjutan agar mampu bersaing di pasar kerja masa depan.
Selanjutnya, Vina Firmawati Rasulia, S., M.M., Ak., CA., selaku Vice President Manajemen Kinerja Human Capital PT PLN (Persero), memberikan perspektif langsung dari dunia industri mengenai transformasi ketenagakerjaan di era transisi energi. Ia menjelaskan bahwa perusahaan-perusahaan saat ini tidak hanya mencari lulusan yang memiliki kompetensi teknis, tetapi juga individu yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, inovatif, serta mampu belajar secara berkelanjutan. Vina menekankan bahwa transformasi menuju energi bersih telah melahirkan berbagai profesi baru yang membutuhkan talenta-talenta muda dengan kompetensi multidisipliner. Ia juga mendorong mahasiswa untuk aktif membangun portofolio, memperluas pengalaman melalui program magang, serta terus mengembangkan soft skills yang menjadi salah satu faktor utama keberhasilan karier di dunia kerja.
Sementara itu, Agastia Pritami Sukaton, M.Psi., Psikolog, dari Himpunan Psikolog Indonesia, membimbing peserta untuk lebih mengenali diri sendiri sebagai langkah awal dalam perencanaan karier. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya memahami minat, bakat, nilai pribadi, dan potensi diri agar seseorang dapat memilih jalur karier yang sesuai. Agastia menegaskan bahwa keberhasilan karier tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kesesuaian antara karakter individu dengan pekerjaan yang dijalani. Melalui berbagai contoh kasus dan pendekatan psikologis praktis, peserta diajak untuk melakukan refleksi diri serta menyusun langkah-langkah pengembangan karier yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Ketiga narasumber secara komplementer memberikan pemahaman menyeluruh kepada peserta, mulai dari gambaran tren ketenagakerjaan nasional, kebutuhan kompetensi industri masa depan, hingga strategi mengenali dan mengembangkan potensi diri. Kombinasi perspektif pemerintah, industri, dan psikologi tersebut memberikan bekal yang komprehensif bagi mahasiswa dan alumni Universitas Terbuka dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang terus berkembang.

Antusiasme peserta terlihat dari tingginya minat mahasiswa mengikuti sesi konseling karier yang diselenggarakan setelah seminar. Lebih dari 200 mahasiswa mendaftarkan diri untuk mendapatkan layanan konsultasi karier, meskipun sesi tatap muka hanya dapat mengakomodasi 50 peserta terpilih. Untuk menjangkau peserta lainnya, Kemnaker RI menyediakan pendampingan asesmen mandiri melalui aplikasi Siap Kerja yang dapat diakses secara langsung oleh mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, Universitas Terbuka dan Kementerian Ketenagakerjaan RI menegaskan komitmen bersama dalam membangun ekosistem pengembangan karier yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan mampu membantu mahasiswa dan alumni memahami potensi diri, meningkatkan kesiapan kerja, serta mengambil peran aktif dalam mendukung pembangunan ekonomi hijau Indonesia di masa depan. Writer/Uploader : arf/yas