12 Aug 2026 Berita

Dari Canva hingga Copywriting: Universitas Terbuka Serang Bekali Siswa SMKN 9 Pandeglangdengan Keterampilan Digital Marketing

Pandeglang, Banten – Pagi itu, aula SMKN 9 Pandeglang terasa berbeda dari hari-hari biasanya. Para siswa berdatangan lebih awal, duduk rapi dengan rasa penasaran di wajah mereka — sebagian membuka gawai, sebagian berbisik-bisik antusias. Mereka tahu hari itu akan ada yang spesial: sebuah pelatihan yang tidak ada di buku teks, namun justru paling dibutuhkan di dunia nyata.

Universitas Terbuka Serang melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) hadir di SMKN 9 Pandeglang pada Senin, 11 Mei 2026, menyelenggarakan pelatihan bertema “Pengembangan Keterampilan Digital Marketing bagi Siswa SMKN 9 Pandeglang”. Kegiatan ini dirancang untuk membekali para siswa dengan keterampilan praktis yang langsung relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia usaha masa kini: mulai dari pemahaman dasar digital marketing, teknik copywriting yang memikat, hingga kemampuan merancang konten visual profesional menggunakan Canva.

Suasana pagi itu benar-benar hidup. Saat sesi registrasi dibuka pukul 07.30, para siswa berdatangan dengan semangat yang tak bisa disembunyikan. Iringan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh Dinda Apriliana membuka suasana dengan khidmat dan penuh rasa kebangsaan, sebelum acara mengalir ke sesi sambutan dan kemudian memuncak dalam dua kelas paralel yang masing-masing tak kalah meriah.

Sambutan pertama disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 9 Pandeglang, Bapak Ahmad Saeful Rohim, M.Pd. yang menyambut kehadiran Tim PkM UT Serang dengan hangat dan penuh apresiasi. Beliau menegaskan bahwa pelatihan seperti ini adalah bentuk nyata dari pendidikan vokasional yang sesungguhnya — bukan hanya mengajarkan teori, tetapi mempersiapkan siswa agar siap terjun langsung ke dunia kerja, dunia usaha, dan ekonomi digital yang terus berkembang.

Bapak Wakil Kepala Sekolah juga menyampaikan harapan agar kolaborasi antara SMKN 9 Pandeglang dan Universitas Terbuka dapat terus berlanjut, melahirkan lebih banyak program yang menyentuh kebutuhan riil siswa di era digital ini.

Kami sangat menyambut baik kehadiran Universitas Terbuka di sekolah kami. Digital marketing adalah salah satu keterampilan paling relevan untuk generasi saat ini, dan hari ini mereka mendapatkannya langsung dari Bapak Ibu Dosen.” Ungkapnya.

Sambutan kedua sekaligus pengantar kegiatan disampaikan oleh Lingga Yonita, M.I.Kom., selaku Ketua Tim PkM UT Serang. Dengan gaya komunikasi yang lugas namun hangat, Lingga menyampaikan latar belakang dan tujuan diselenggarakannya pelatihan ini. Menurutnya, era digital telah mengubah lanskap dunia kerja secara fundamental — dan SMKN 9 Pandeglang adalah tempat yang tepat dalam mengembagkan keterampilan digital marketing bagi para siswa.

Lingga menegaskan bahwa Tim PkM UT Serang tidak datang hanya untuk memberikan materi, melainkan untuk belajar bersama, berbagi pengalaman, dan memastikan setiap peserta pulang dengan keterampilan yang bisa langsung dipraktikkan — bukan hanya dipahami secara teori.

Kami di sini bukan sebagai dosen yang mengajar teori. Kami di sini sebagai mitra belajar. Dunia digital bergerak sangat cepat — dan kami ingin memastikan siswa dan siswi di SMKN 9 Pandeglang tidak hanya menjadi user, tetapi menjadi pemain aktif di dalamnya.

Setelah pengisian Pre Test oleh para siswa pada pukul 08.25, kegiatan memasuki sesi paling ditunggu-tunggu yaitu Breakout Class — dua kelas paralel yang berjalan bersamaan. Para siswa dibagi ke dalam dua kelompok: satu kelompok mengikuti kelas Pengenalan Digital Marketing dan Pelatihan Copywriting Sederhana, sementara kelompok lain mengikuti Pelatihan Canva. Pemandangan yang menarik: masing-masing kelas terisi penuh dengan siswa yang fokus, bersemangat, dan aktif berinteraksi.

Di Kelas A, Yus Alvar Saabighoot, M.Pd, tampil membawakan materi “Pengenalan Digital Marketing” dengan cara yang membuat para siswa langsung terhubung. Pembukaan sesi materi dibuka dengan pertanyaan sederhana: “Siapa di sini yang hari ini sudah scroll media sosial?” — dan hampir semua tangan terangkat. Dari situlah pemateri memulai perjalanan menelusuri lanskap digital marketing bersama para siswa: mulai dari konsep dasar, platform yang relevan, strategi konten, hingga cara mengukur keberhasilan sebuah kampanye digital.

Para siswa terlihat antusias menyimak dan aktif bertanya. Banyak yang terkejut menyadari bahwa aktivitas sehari-hari mereka di media sosial sesungguhnya sudah menjadi bagian dari ekosistem digital marketing — dan mereka bisa memonetisasinya dengan ilmu yang tepat.

Digital marketing bukan sesuatu yang jauh dari kalian. Setiap hari kalian sudah melakukannya tanpa sadar — scroll, like, share, komentar. Yang perlu kalian tambahkan hanyalah strategi. Dengan strategi yang tepat, hobi bermedsos bisa berubah menjadi peluang bisnis yang nyata.” Ujarnya

Yus Alvar Saabighoot, M.Pd. lanjut membawakan “Pelatihan Copywriting Sederhana” — materi yang langsung disambut dengan antusiasme tinggi oleh para siswa. Yus Alvar memulai dengan satu pertanyaan mendasar: apa bedanya teks yang dibaca sekilas dan teks yang membuat orang berhenti, membaca sampai selesai, lalu mengambil tindakan? Jawabannya adalah copywriting.

Dengan contoh-contoh nyata dari iklan, caption media sosial, dan deskripsi produk yang beredar di internet, Yus Alvar mengajak siswa memahami prinsip-prinsip dasar copywriting yang efektif. Sesi praktik yang mengikutinya menjadi momen paling hidup — para siswa berlomba menulis caption dan tagline produk versi mereka sendiri, kemudian saling membacakan dan memberikan umpan balik.

Kata-kata adalah senjata paling murah tapi paling ampuh dalam pemasaran digital. Kalian tidak butuh studio mahal atau kamera profesional untuk memulai. Cukup dengan kemampuan merangkai kata yang tepat, kalian sudah bisa menarik perhatian ribuan orang — bahkan mengubah pembaca menjadi pembeli.” Ujarnya.

Sementara itu, di Kelas B, siswa-siswi juga dengan antusian memperhatikan materi. Sesi Pelatihan Canva yang dipandu Tim PkM UT Serang langsung menyita perhatian penuh para peserta sejak Lingga Yonita, M.I.Kom. sebagai pemateri membuka tampilan Canva di layar proyektor. Bagi sebagian siswa, Canva bukan nama yang asing — tetapi menggunakannya secara profesional untuk membuat materi promosi yang menarik adalah pengalaman yang sama sekali baru.

Sesi pemaparan materi berlangsung selama 30 menit, sebelum kemudian masuk ke sesi praktik langsung yang paling ditunggu-tunggu: membuat flyer digital dengan menggunakan Canva. Para siswa tampak asyik bereksperimen dengan template, warna, tipografi, dan gambar, sesekali berseru kaget ketika menemukan fitur baru yang mereka tidak tahu sebelumnya. Lebih dari sekadar belajar desain, mereka sedang menemukan bahwa kreativitas bisa disalurkan dengan cara yang produktif dan bernilai ekonomi.

Sepanjang kegiatan berlangsung, satu hal yang paling menonjol adalah antusiasme para siswa SMKN 9 Pandeglang yang terasa nyata dan tulus. Mereka tidak sekadar hadir — mereka terlibat. Tangan-tangan yang terangkat aktif bertanya, suara-suara yang bersaing menjawab tantangan praktik, dan tawa-tawa kecil yang mewarnai sesi workshop adalah bukti nyata bahwa pembelajaran terbaik terjadi ketika materi relevan dengan kehidupan pesertanya.

Sesi tanya jawab di kedua kelas berlangsung lebih panjang dari yang dijadwalkan karena pertanyaan dari siswa mengalir deras — mulai dari hal teknis seperti cara mengoptimalkan konten di media sosial, hingga pertanyaan praktis tentang bagaimana memulai bisnis online dari nol dengan modal minim. Sebuah pertanda yang menggembirakan bahwa benih kewirausahaan digital sedang tumbuh di benak generasi muda Pandeglang.

Kegiatan ditutup dengan pengisian Post Test oleh seluruh peserta — sebuah proses refleksi singkat yang juga menjadi alat ukur seberapa jauh pemahaman mereka bertumbuh dalam satu sesi pelatihan yang padat namun menyenangkan ini.

Dalam waktu yang relatif singkat, kegiatan ini berhasil menanamkan pemahaman dan keterampilan praktis kepada para siswa di tiga bidang sekaligus: konsep digital marketing, teknik dasar copywriting, dan desain visual menggunakan Canva. Lebih dari sekadar konten materi, yang paling berharga adalah perubahan perspektif yang terjadi: siswa yang tadinya hanya menjadi konsumen pasif konten digital, kini mulai melihat diri mereka sebagai calon produsen dan pemasar yang berdaya.

Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa perguruan tinggi terbuka seperti Universitas Terbuka tidak hanya melayani mahasiswanya, tetapi juga hadir menyentuh lapisan masyarakat yang lebih luas — termasuk generasi muda di sekolah kejuruan yang membutuhkan stimulus dan pendampingan untuk mengubah potensi mereka menjadi keterampilan yang nyata.

Perubahan inilah  yang menjadi misi sejati dari program Pengabdian kepada Masyarakat — bukan sekadar mentransfer ilmu, tetapi menyalakan kesadaran bahwa setiap individu, tidak peduli dari mana asalnya, memiliki potensi untuk berkontribusi dan berhasil di era digital. Dan hari ini, Universitas Terbuka Serang telah membantu menyalakan satu lagi cahaya itu, di SMKN 9 Pandeglang.

Bagikan Artikel:
Hubungi Kami (WA)